Cepat Tertidur saat Rebahan Belum Tentu Sehat, Ini Penjelasannya
- 05 Jun 2026 18:38 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Jika langsung tertidur saat rebahan belum tentu menandakan sehat, justru bisa menjadi tanda utang tidur yang menumpuk karena tubuh terlalu lelah. Tidur yang berkualitas sebenarnya ditandai dengan latensi tidur ideal yaitu waktu yang dibutuhkan untuk terlelap setelah berbaring dan mematikan lampu, yang seharusnya berkisar antara 10 hingga 20 menit.
Melansir fikes.umsida.ac.id Ketika seseorang langsung tertidur dalam waktu kurang dari 5 menit setelah rebahan, menurut Cleveland Clinic ini menandakan kondisi kelelahan ekstrem atau kurang tidur yang serius, bukan indikator kesehatan yang baik. Utang tidur terjadi ketika kebutuhan tidur harian tidak terpenuhi secara konsisten, sehingga tubuh mengakumulasi kekurangan istirahat yang membuat seseorang jatuh tertidur begitu cepat saat berkesempatan rebahan.
Kondisi ini berbeda dengan tidur sehat di mana tubuh masih membutuhkan waktu beberapa menit untuk rileks dan transisi dari sadar ke tidur, yang menunjukkan sistem saraf sedang beradaptasi secara alami menuju keadaan istirahat. Kurang tidur yang berkelanjutan dapat berdampak serius pada konsentrasi, suasana hati, dan kemampuan menyelesaikan tugas sehari-hari, serta meningkatkan risiko berbagai kondisi kesehatan seperti diabetes, penyakit jantung, kegemukan, infeksi, depresi, dan kecemasan.
Oleh karena itu, langsung tertidur saat rebahan sebaiknya dianggap sebagai sinyal bahwa tubuh meminta pemulihan lebih, bukan sebagai bukti bahwa kondisi kesehatan sudah optimal. Untuk menjaga kualitas tidur yang sehat, usahakan tidur 7-8 jam per malam dengan waktu ideal antara pukul 21.00 hingga 23.00 karena proses pemulihan terbaik terjadi pada rentang 22.00 hingga 02.00.
Hindari kebiasaan seperti tidur siang terlalu lama, konsumsi alkohol sebelum tidur, atau paparan cahaya biru dari ponsel yang dapat menghambat produksi melatonin dan mengganggu ritme alami tidur. Jika Anda sering langsung tertidur begitu rebahan, cobalah evaluasi pola tidur Anda, prioritaskan jadwal tidur yang konsisten, kurangi aktivitas berat menjelang malam, dan pertimbbaran untuk memeriksakan diri ke dokter jika kondisi ini disertai kantuk berlebihan di siang hari yang bisa mengindikasikan narkolepsi atau hipersomnia idiopatik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....