Panduan Sehat Konsumsi Telur tanpa Takut Kolesterol Tinggi

  • 08 Mei 2026 05:47 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Telur merupakan sumber protein kaya nutrisi yang menjadi pilihan utama masyarakat karena harganya terjangkau dan mudah didapatkan. Selain mengandung vitamin esensial, telur juga kaya akan mineral seperti selenium dan kolin yang mendukung fungsi otak serta sistem kekebalan tubuh manusia.

Mengutip laporan dari Mayo Clinic, telur ayam memang mengandung kolesterol, namun pengaruhnya terhadap kenaikan kolesterol darah tergolong sangat minim. Faktanya, risiko kesehatan justru lebih banyak dipicu oleh konsumsi lemak trans dan lemak jenuh yang sering menyertai proses pengolahan telur yang salah.

Melansir laman Times of India, cara terbaik mendapatkan nutrisi maksimal adalah dengan mengonsumsi kuning dan putih telur secara bersamaan. Putih telur menyediakan protein tinggi, sementara kuningnya mengandung lemak sehat, vitamin D, dan antioksidan yang sangat bermanfaat untuk kesehatan mata serta regenerasi otot.

Metode memasak juga sangat memengaruhi kualitas gizi telur, di mana teknik merebus atau mengukus jauh lebih disarankan daripada menggoreng. Penggunaan mentega atau minyak olahan saat menggoreng dapat meningkatkan asupan lemak jenuh yang dalam jangka panjang berisiko memicu gangguan pada kesehatan jantung.

Untuk menjaga keseimbangan nutrisi, telur sebaiknya dikonsumsi bersama makanan kaya serat seperti sayuran hijau, buah-buahan, atau biji-bijian utuh. Kombinasi ini tidak hanya membantu proses pencernaan, tetapi juga efektif dalam menjaga stabilitas kadar gula darah serta memberikan rasa kenyang yang lebih lama.

Faktor keamanan pangan juga perlu diperhatikan melalui penyimpanan telur yang benar di dalam lemari es guna mencegah pertumbuhan bakteri. Hindari meletakkan telur di bagian pintu lemari es karena perubahan suhu yang fluktuatif dapat mempercepat proses pembusukan dan menurunkan kualitas nutrisi di dalamnya.

Terakhir, masyarakat diimbau untuk membilas cangkang telur dengan lembut tepat sebelum digunakan guna mengurangi risiko kontaminasi bakteri seperti salmonella. Dengan menerapkan pola konsumsi dan kebersihan yang tepat, telur tetap menjadi bahan pangan yang sangat aman dan menyehatkan bagi metabolisme tubuh.

Kesimpulan Medis: Benarkah Telur Menaikkan Kolesterol?

Secara medis, konsumsi telur tidak secara otomatis meningkatkan kolesterol jahat bagi kebanyakan orang. Kolesterol dalam makanan (dietary cholesterol) memiliki dampak yang jauh lebih kecil pada kadar kolesterol darah dibandingkan dengan lemak jenuh yang ditemukan dalam daging berlemak atau gorengan. Bagi individu yang sehat, mengonsumsi hingga satu butir telur per hari dianggap aman dan tidak meningkatkan risiko penyakit jantung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....