Jalan Kaki Menjadi Gaya Hidup Utama Masyarakat Urban
- 30 Apr 2026 13:04 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Aktivitas jalan kaki bukan lagi sekadar kebutuhan mobilitas, melainkan telah bertransformasi menjadi tren gaya hidup sehat di kota-kota besar Indonesia. Fenomena city walking atau menjelajahi kota dengan berjalan kaki meningkat seiring dengan rampungnya revitalisasi trotoar ramah disabilitas di sepanjang jalur protokol.
Pemerintah daerah mencatat adanya kenaikan jumlah pejalan kaki hingga 40 persen pada jam sibuk. Hal ini menunjukkan pergeseran preferensi masyarakat dari penggunaan kendaraan bermotor menuju transportasi aktif yang lebih berkelanjutan.
Para pakar kesehatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menegaskan bahwa berjalan kaki minimal 10.000 langkah per hari memberikan manfaat besar bagi kesehatan jantung dan sistem metabolisme. Dalam laporan Profil Kesehatan Nasional April 2026, disebutkan bahwa masyarakat yang aktif berjalan kaki memiliki risiko obesitas dan diabetes tipe 2 yang lebih rendah dibandingkan mereka yang kurang aktif secara fisik.
| Baca juga: Dampak Penurunan Massa Otot bagi Kesehatan |
Aktivitas ini juga dinilai efektif dalam menjaga kesehatan mental karena dapat menurunkan tingkat stres melalui paparan udara segar serta interaksi sosial di ruang publik.
Dukungan infrastruktur menjadi faktor penting dalam perkembangan tren ini, termasuk penerapan konsep “Kota 15 Menit” di sejumlah kawasan. Konsep ini memungkinkan masyarakat menjangkau fasilitas umum seperti sekolah, pasar, dan layanan kesehatan hanya dengan berjalan kaki selama 15 menit dari tempat tinggal.
Penambahan vegetasi peneduh serta sistem pencahayaan di jalur pedestrian juga membuat aktivitas berjalan kaki menjadi lebih nyaman dan aman, termasuk pada malam hari.
Dari sisi teknologi, penggunaan aplikasi pelacak langkah dan kesehatan digital meningkat pada 2026. Sejumlah perusahaan bahkan mulai menerapkan sistem penghargaan bagi karyawan yang mencapai target langkah harian tertentu.
Menjelang akhir 2026, tren berjalan kaki dinilai berkontribusi terhadap upaya penurunan emisi karbon nasional, seiring berkurangnya penggunaan kendaraan untuk jarak dekat. Budaya ini juga mendorong terciptanya lingkungan perkotaan yang lebih inklusif dan ramah lingkungan.
Dengan dukungan kesadaran masyarakat, teknologi, serta pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, aktivitas jalan kaki diperkirakan akan terus berkembang sebagai bagian dari gaya hidup sehat di Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....