Berbagai Efek yang Timbul jika Gula Darah Rendah
- 06 Apr 2026 18:28 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Efek gula darah rendah bisa dialami oleh siapa saja, tidak hanya pada penderita diabetes. Meski kelihatannya sepele, kondisi gula darah rendah yang diabaikan dapat memengaruhi banyak sistem di dalam tubuh, termasuk sistem saraf.
Gula darah rendah terjadi ketika kadar gula atau glukosa terlalu rendah di bawah 70 miligram per desiliter (70 mg/dL). Namun, bagi kebanyakan orang yang tidak memiliki riwayat diabetes, efek gula darah rendah dapat dirasakan ketika kadar gula darah di bawah 55 mg/dL.
Dilansir dari laman Alodokter kondisi yang disebut hipoglikemia ini umumnya dialami oleh penderita diabetes akibat terlalu banyak menerima suntikan insulin atau minum obat diabetes tanpa diimbangi dengan asupan makanan yang sesuai. Meski begitu, masalah hormonal, kecanduan alkohol, malnutrisi, gangguan ginjal, atau gangguan organ hati juga dapat menyebabkan gula darah turun secara drastis.
Setiap sel di dalam tubuh membutuhkan energi agar bisa berfungsi secara normal. Nah, sumber energi utama tubuh adalah gula. Bila kadar gula turun drastis, fungsi otak, jantung, pencernaan, penglihatan, bahkan keseimbangan tubuh pun akan terganggu.
| Baca juga: Angkat Beban Bantu Jaga Kesehatan Jantung |
Oleh karena itu, efek gula darah rendah dapat dirasakan mulai dari kepala hingga kaki. Untuk memahami lebih jelasnya, inilah berbagai tanda peringatan dari tubuh saat kadar gula darah rendah.
Berbagai Efek Gula Darah Rendah :
1. Keliyengan atau kepala pusing
Efek gula darah rendah yang biasanya langsung dirasakan adalah kepala pusing atau keliyengan. Saat kadar gula di dalam darah rendah, otak berusaha dengan keras untuk memasok energi agar bisa menjalankan fungsinya dengan normal sampai akhirnya mengakibatkan kepala menjadi pusing. Bagi penderita diabetes, sakit kepala ringan hingga berat merupakan salah satu tanda bahwa tubuh memerlukan asupan gula tambahan.
2. Kehilangan konsentrasi
Bila sewaktu-waktu Anda merasa sulit konsentrasi atau berpikir dengan jernih, bisa jadi ini merupakan tanda bahwa tubuh kekurangan asupan gula. Pada dasarnya, otak memang tergantung pada gula darah untuk menghasilkan energi. Tanpa glukosa yang cukup, otak tidak bisa berfungsi dengan baik. Jadi, bila Anda tiba-tiba sulit fokus di tengah-tengah aktivitas, cobalah konsumsi asupan gula yang sehat, misalnya buah-buahan yang manis.
3. Perut terasa sangat lapar
Efek gula darah rendah juga dapat menyebabkan perut terasa sangat lapar. Di saat yang sama, kondisi ini terkadang juga membuat Anda tidak nafsu makan meski perut terasa sangat lapar. Saat kadar gula darah rendah, tubuh melepaskan hormon stres yang bernama hormon adrenalin. Nah, hormon inilah yang menyebabkan tanda-tanda peringatan dini, seperti perut yang lapar.
4. Terlihat pucat, gemetar, dan berkeringat
Tingginya kadar hormon adrenalin di dalam tubuh juga bisa membuat wajah terlihat pucat, tubuh gemetar, dan berkeringat. Selain karena lonjakan hormon, gejala ini juga terjadi karena sistem saraf yang kekurangan gula sebagai sumber energi utamanya.
5. Jantung berdebar-debar
Kadar gula darah yang tidak mencukupi dapat menyebabkan jantung berdetak cepat dan berdebar-debar. Ini juga termasuk tanda-tanda akibat lonjakan kadar hormon adrenalin saat gula darah menurun drastis.
6. Penglihatan kabur dan Pingsan
Efek gula darah rendah juga bisa menyebabkan penglihatan menjadi kabur, terutama bagi Anda yang menderita diabetes. Hal ini karena kadar gula akan mempengaruhi cara otak menerima penglihatan. Bila hipoglikemia makin memburuk, gula darah rendah dapat menyebabkan tubuh kehilangan keseimbangan sampai akhirnya hilang kesadaran atau pingsan. Pada kondisi yang lebih parah, Anda bahkan bisa mengalami kejang.
Terakhir, Ketika tubuh sudah tidak lagi mampu melakukan kompensasi, sistem saraf pusat akan mulai "mati suri" untuk menghemat energi. Kehilangan kesadaran secara tiba-tiba bukan hanya berbahaya karena risiko cedera fisik akibat terjatuh, tetapi juga menandakan bahwa otak berada dalam kondisi kekurangan oksigen dan nutrisi yang kritis. Kesadaran akan tujuh efek ini sangat penting agar kita lebih bijak dalam mendengarkan sinyal-sinyal kecil yang diberikan oleh tubuh setiap harinya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....