WFH Berpotensi beri Gaya Hidup Nyaman yang Berujung Masalah

  • 05 Apr 2026 15:48 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar - Tren bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) serta budaya "rebahan" yang kian menjamur di masyarakat modern ternyata menyimpan ancaman serius bagi kesehatan tulang dan sendi. Fenomena ini menjadi bahasan utama dalam program Pengabdian Masyarakat hasil kerja sama RRI Makassar dengan Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI). Disiarkan pada Minggu, 5 April 2026, melalui kanal PRO1 RRI Makassar, diskusi edukatif ini dipandu oleh penyiar Arfan Yusri dengan menghadirkan pakar kesehatan tulang yang kompeten di bidangnya.

Hadir sebagai narasumber, dr. Fadil Mula Putra, M.Biomed, Sp.OT, FICS, AIFO-K, seorang Dokter Spesialis Ortopedi, memaparkan bagaimana perubahan gaya hidup digital telah menggeser pola gerak manusia secara drastis. Menurutnya, meskipun bekerja sambil rebahan atau duduk santai di sofa terasa sangat nyaman secara instan, posisi tersebut seringkali tidak ergonomis. Tekanan yang tidak merata pada tulang belakang dalam durasi yang lama dapat memicu berbagai gangguan muskuloskeletal yang puncaknya berujung pada rasa nyeri kronis.

Dalam pemaparannya, dr. Fadil menjelaskan bahwa tubuh manusia tidak dirancang untuk berada dalam posisi statis selama berjam-jam, terutama dalam postur yang buruk. “Fenomena tech-neck atau ketegangan leher akibat menunduk menatap layar gawai dan nyeri punggung bawah (low back pain) menjadi keluhan yang paling sering dilaporkan oleh kelompok usia produktif. Kurangnya aktivitas fisik atau gaya hidup sedenter ini perlahan-lahan menurunkan kepadatan tulang dan kekuatan otot pendukung rangka tubuh,”jelasnya.

Lebih lanjut, dr. Fadil menyoroti bahwa banyak orang seringkali mengabaikan sinyal nyeri awal dan menganggapnya hanya sebagai pegal biasa yang akan hilang dengan beristirahat. Padahal, nyeri yang berulang merupakan indikasi adanya beban berlebih pada bantalan tulang belakang atau ketegangan ligamen. Tanpa intervensi dan perbaikan postur, kondisi ini dapat berkembang menjadi kerusakan permanen yang memerlukan penanganan medis lebih kompleks, termasuk tindakan pembedahan pada kasus yang berat.

"Kenyamanan saat rebahan atau bekerja di posisi yang salah sebenarnya adalah jebakan bagi struktur tulang kita. Saat kita abai terhadap postur ergonomis, kita sedang menabung masalah untuk masa tua. Penting untuk melakukan stretching setiap 30 menit dan memastikan lingkungan kerja kita mendukung posisi tubuh yang alami agar fungsi gerak tetap optimal," tambah dr. Fadil Mula Putra.

Kerja sama antara RRI Makassar dan FK UMI Makassar ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tindakan preventif sejak dini. Arfan Yusri selaku moderator juga menekankan bahwa kesehatan adalah investasi jangka panjang yang seringkali terlupakan di tengah kesibukan pekerjaan digital. Program ini diharapkan mampu memberikan panduan praktis bagi para pekerja WFH agar tetap produktif tanpa harus mengorbankan kesehatan fisik mereka di masa mendatang.

dr. Fadil memberikan tips sederhana seperti mengatur ketinggian layar komputer sejajar mata dan rutin mengonsumsi asupan kalsium serta vitamin D. “Melalui program Pengabdian Masyarakat ini, diharapkan masyarakat Makassar dan sekitarnya mulai beralih dari gaya hidup "rebahan" menuju pola hidup aktif yang dinamis. Edukasi ini menjadi pengingat penting bahwa tubuh yang bugar adalah kunci utama untuk terus berkarya di era teknologi yang semakin maju ini,” Pungkas dr.Fadil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....