Dampak Konsumsi Terigu Putih Terhadap Kadar Gula Darah
- 25 Mar 2026 06:27 WIB
- Makassar
RRI. CO. ID, MAKASSAR - Pola makan modern yang didominasi oleh produk olahan tepung terigu, seperti roti putih, mie, dan biskuit, mulai mendapat perhatian serius dari para ahli gizi. Masalah utama dari terigu yang telah dimurnikan adalah hilangnya kulit ari dan benih gandum yang kaya akan serat.
Tanpa serat tersebut, tubuh mencerna karbohidrat dengan sangat cepat, yang menyebabkan lonjakan glukosa secara mendadak dalam aliran darah setelah makan. Lonjakan gula darah yang terus-menerus ini memaksa pankreas untuk bekerja ekstra keras dalam memproduksi hormon insulin.
| Baca juga: Khasiat Rutin Minum Teh untuk Bakar Lemak |
Dilansir dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, American Diabetes Association. Dalam jangka panjang, kebiasaan mengonsumsi makanan berbahan dasar terigu putih tanpa diimbangi serat sayuran dapat memicu resistensi insulin.
Kondisi inilah yang menjadi pintu masuk utama bagi penyakit degeneratif seperti diabetes melitus tipe 2 dan obesitas yang kini banyak menyerang usia muda. Selain masalah gula darah, terigu putih juga memiliki kepadatan nutrisi yang rendah jika dibandingkan dengan gandum utuh (whole wheat).
Proses penggilingan sering kali menghilangkan vitamin B kompleks, zat besi, dan magnesium yang secara alami ada pada biji gandum. Akibatnya, seseorang mungkin merasa cepat lapar kembali setelah mengonsumsi makanan berbasis terigu karena tubuh tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup dan seimbang.
Penting bagi konsumen untuk mulai memperhatikan label nutrisi dan beralih ke produk gandum utuh jika memungkinkan. Gandum utuh mengandung serat larut yang membantu memperlambat penyerapan gula dan memberikan rasa kenyang lebih lama. Dengan mengganti sebagian porsi terigu putih ke sumber karbohidrat kompleks, beban metabolisme tubuh dapat berkurang secara signifikan dan energi tubuh menjadi lebih stabil sepanjang hari.
Menjaga pola makan berbasis terigu bukan berarti harus menghapusnya sama sekali dari menu harian. Kuncinya terletak pada kontrol porsi dan pemilihan jenis tepung yang lebih berkualitas. Mengombinasikan makanan berbahan terigu dengan protein rendah lemak dan lemak sehat dapat membantu meminimalkan dampak negatif terhadap profil metabolisme tubuh, sehingga kesehatan jangka panjang tetap terjaga dengan optimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....