Bahaya di Balik Mengkonsumsi Seblak secara Berlebihan
- 21 Mar 2026 18:28 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Seblak memang menjadi primadona kuliner kekinian yang menggoda lidah dengan perpaduan rasa pedas, gurih, dan tekstur kenyal dari kerupuk basah. Namun, di balik kelezatannya yang bikin ketagihan.
Bahaya makan seblak sering kali terabaikan di balik kelezatan dan kepopulerannya, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda. Seblak dengan rasa pedas dan gurih memang menggiurkan. Namun, jika Anda tidak membatasi porsi dan frekuensi konsumsi, hidangan ini bisa berbahaya untuk kesehatan.
Meski mengandung karbohidrat dari kerupuk dan sedikit protein dari telur atau daging, seblak umumnya rendah serat. Kandungan lemak, garam, dan MSG dalam seblak cukup tinggi. Sebagian besar seblak juga tidak mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral harian, apalagi jika porsinya besar dan konsumsi terlalu sering.
Dikutip dari laman Alodokter, siapa pun disarankan untuk tidak makan seblak secara berlebihan. Menjadikan seblak sekadar camilan sesekali, bukan makanan pokok sehari-hari, adalah langkah bijak untuk menjaga kesehatan tubuh jangka panjang. Bahaya makan seblak sebenarnya bisa berdampak cukup luas pada kesehatan tubuh Anda. Berikut ini beberapa masalah yang dapat muncul jika makan seblak terlalu sering.
1. Gangguan pencernaan
Kandungan utama seblak berupa cabai, minyak, dan penyedap rasa yang tinggi dapat memicu iritasi pada lambung dan usus. Bagi Anda dengan riwayat maag, makan seblak dalam jumlah banyak atau dengan tingkat kepedasan tinggi bisa menyebabkan perut perih, nyeri ulu hati, dan bahkan maag kambuh. Pada beberapa orang, konsumsi seblak juga dapat memicu buang air besar lebih sering atau diare, akibat efek pencahar dari cabai dan minyak yang tidak terserap sempurna.
2. Tekanan darah tinggi dan gangguan ginjal
Seblak umumnya mengandung garam dan MSG dalam dosis tinggi, baik dari bumbu maupun topping olahan seperti sosis atau bakso. Garam berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah, sedangkan MSG berlebihan dapat memperberat kerja ginjal. Konsumsi seblak yang terlalu sering tanpa memperhatikan asupan garam harian bisa menyebabkan tekanan darah naik, pembengkakan kaki, hingga mempercepat kerusakan ginjal bagi mereka yang sudah memiliki gangguan ginjal sebelumnya.
3. Kekambuhan eksim dan alergi
Topping olahan serta tambahan penyedap dan pewarna sering digunakan dalam seblak. Kandungan ini bisa memicu reaksi alergi berupa gatal-gatal, ruam, atau bahkan kambuhnya eksim, terutama pada Anda dengan riwayat alergi atau kulit sensitif. Selain itu, gangguan pencernaan yang muncul akibat seblak juga dapat memperburuk kondisi kulit karena adanya hubungan antara kesehatan usus dan sistem kekebalan tubuh.
4. Infeksi saluran pencernaan
Seblak yang dijual di pinggir jalan atau dengan proses pengolahan yang kurang higienis berisiko tercemar kuman, virus, atau parasit dari air, bahan baku, ataupun peralatan masak. Bahaya makan seblak ini bisa menyebabkan infeksi pencernaan dengan gejala mual, muntah, sakit perut, bahkan diare berair atau berdarah. Anak-anak dan remaja sangat rentan mengalami dehidrasi jika mengalami diare atau muntah terus-menerus.
5. Meningkatkan risiko asam lambung naik (GERD)
Tingkat kepedasan, minyak, dan lemak pada seblak dapat melemahkan katup antara lambung dan kerongkongan, menyebabkan asam lambung mudah naik (GERD). Gejala yang mungkin muncul antara lain rasa panas di dada (heartburn), mual, sendawa berlebih, hingga tenggorokan terasa nyeri setelah makan seblak. Pada penderita GERD, konsumsi seblak sebaiknya benar-benar dibatasi.
6. Gangguan metabolisme
Seblak produksi rumahan maupun kemasan kerap menggunakan MSG, bahan pengawet, dan pewarna buatan yang dalam jangka panjang bisa mengganggu metabolisme tubuh. Efeknya berupa penumpukan lemak di perut, berat badan naik, hingga peningkatan risiko obesitas. Selain itu, konsumsi makanan olahan, termasuk seblak, dalam jumlah banyak juga dapat menyebabkan gangguan hormon dan memperberat kerja organ tubuh.
7. Menurunkan kualitas gizi harian
Sebagian besar seblak hanya mengandung sedikit protein, serat, vitamin, dan mineral. Jika dijadikan makanan utama atau konsumsi terlalu sering, tubuh kekurangan zat gizi penting yang diperlukan untuk pertumbuhan dan daya tahan, terutama pada anak dan remaja. Akibatnya, risiko terjadinya anemia, gangguan konsentrasi, dan lemas pun bisa meningkat.
8. Memicu penyakit kronis dalam jangka panjang
Kandungan garam, lemak jenuh, dan MSG yang tinggi pada seblak bila dikonsumsi berulang dapat memperbesar peluang terkena penyakit kronis, seperti hipertensi, penyakit ginjal, stroke, serta gangguan metabolik lainnya. Efeknya memang tidak langsung, tetapi pola makan yang kurang sehat dalam jangka panjang akan memperburuk risiko penyakit tersebut.
Tips Aman Menikmati Seblak
Walaupun bahaya makan seblak tak bisa dipandang remeh, Anda tetap bisa menikmatinya selama menerapkan beberapa langkah bijak berikut ini:
- Batasi konsumsi seblak, maksimal sekali seminggu.
- Selalu pilih seblak dari penjual yang menjaga kebersihan bahan dan tempat makan.
- Tambahkan sayuran segar untuk menambah serat dan vitamin.
- Hindari tingkat kepedasan berlebihan, terutama jika Anda punya riwayat maag atau alergi.
- Untuk anak-anak, pastikan porsi sesuai kebutuhan dan bahan-bahannya matang sempurna.
Nikmatnya seblak memang sulit ditolak. Namun, bahaya makan seblak bisa mengintai bila Anda terlalu sering mengonsumsinya tanpa memperhatikan aspek kebersihan dan keseimbangan gizi. Jadikan seblak sebagai camilan sesekali, bukan makanan utama setiap hari, dan selalu perhatikan respon tubuh setelah makan seblak. Dengan mengenali bahaya makan seblak dan cara menghindarinya, Anda dapat menikmati jajanan ini secara lebih aman sekaligus menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....