Pentingnya Pencegahan Diare pada Anak

  • 19 Jul 2026 12:04 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar - Momentum Hari Anak Nasional (HAN) 2026 pada 23 Juli 2026 mendatang, menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk semakin memperhatikan kesehatan anak sebagai investasi masa depan bangsa. Salah satu ancaman kesehatan yang masih sering dialami anak adalah diare, penyakit yang dapat menyebabkan dehidrasi hingga berujung pada komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan tepat.

Edukasi mengenai pencegahan diare menjadi pembahasan utama dalam Program Pengabdian Masyarakat hasil kerja sama Bagian MPPD IKM-IKK-IKP Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (FK UMI) Makassar dan RRI Makassar, edisi Sabtu (18/7/2026), yang dipandu Arfan Yusri dengan menghadirkan narasumber Izhar Fitrah Ahmad, S.Ked (MPPD IKM-IKK-IKP FK UMI).

Izhar Fitrah Ahmad menjelaskan diare merupakan kondisi ketika seseorang mengalami buang air besar dengan konsistensi cair sebanyak tiga kali atau lebih dalam sehari. Pada anak-anak, penyakit ini memerlukan perhatian khusus karena tubuh mereka lebih mudah kehilangan cairan. Bila tidak segera ditangani, diare dapat menyebabkan dehidrasi yang berdampak pada terganggunya fungsi organ hingga meningkatkan risiko kematian, terutama pada balita.

Menurut Izhar, penyebab diare sangat beragam, mulai dari infeksi virus, bakteri, hingga parasit yang masuk ke dalam saluran pencernaan. Penularannya paling sering terjadi melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi, penggunaan air yang tidak bersih, kebersihan tangan yang kurang terjaga, serta sanitasi lingkungan yang buruk. Anak-anak menjadi kelompok paling rentan karena sistem kekebalan tubuh mereka masih berkembang dan belum sepenuhnya memahami pentingnya perilaku hidup bersih.

Ia menjelaskan bahwa diagnosis diare tidak hanya dilihat dari frekuensi buang air besar, tetapi juga kondisi klinis anak secara keseluruhan. Tenaga kesehatan akan menilai tanda-tanda dehidrasi seperti mata cekung, bibir dan mulut kering, anak tampak lemas, frekuensi buang air kecil berkurang, hingga penurunan kesadaran. Jika diare disertai muntah terus-menerus, demam tinggi, tinja berdarah, atau anak tidak mampu minum, maka keluarga harus segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan.

"Sebagian besar kasus diare sebenarnya dapat dicegah melalui perilaku hidup bersih dan sehat. Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan menggunakan sabun, mengonsumsi air minum yang aman, menjaga kebersihan makanan, serta memperbaiki sanitasi lingkungan merupakan langkah efektif memutus rantai penularan diare," ujar Izhar Fitrah Ahmad, S.Ked.

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Izhar mengajak seluruh orang tua, sekolah, dan masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang sehat bagi anak. Menurutnya, perlindungan terhadap anak tidak hanya diwujudkan melalui pendidikan dan kasih sayang, tetapi juga dengan memastikan mereka terbebas dari penyakit yang sebenarnya dapat dicegah. Pemberian ASI eksklusif, imunisasi lengkap, konsumsi makanan bergizi, penggunaan air bersih, serta pembiasaan mencuci tangan sejak dini merupakan investasi kesehatan yang akan berdampak hingga masa depan anak.

Mengenai penanganan, Izhar menekankan bahwa masyarakat tidak dianjurkan memberikan obat antidiare secara sembarangan tanpa anjuran tenaga kesehatan. Prioritas utama adalah mengganti cairan tubuh yang hilang dengan oralit atau cairan rehidrasi oral, tetap memberikan ASI dan makanan sesuai kemampuan anak, serta segera membawa anak ke puskesmas atau rumah sakit apabila muncul tanda bahaya agar mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Bertepatan dengan Hari Anak Nasional 2026, Izhar mengajak seluruh keluarga menjadikan kebersihan sebagai budaya sehari-hari. "Anak yang sehat adalah fondasi Indonesia yang kuat. Mari kita lindungi mereka dengan membiasakan pola hidup bersih, memenuhi kebutuhan gizi, serta segera mencari pertolongan medis apabila anak mengalami diare agar tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....