Masuk Angin, ini dia Penyebab, Pencegahan dan Pengobatannya dalam Dunia Medis

  • 10 Mar 2026 23:23 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Istilah masuk angin sangat populer di masyarakat Indonesia untuk menggambarkan kondisi tubuh yang terasa tidak enak, seperti meriang, pegal, perut kembung, atau lemas. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang mengaitkan kondisi ini dengan paparan angin, cuaca dingin, atau kelelahan setelah beraktivitas. Namun dalam dunia medis modern, istilah tersebut sebenarnya tidak dikenal sebagai diagnosis penyakit resmi.

Menurut ilmu kedokteran yang dilansir pubmed, kondisi yang sering disebut masuk angin biasanya berkaitan dengan flu ringan (common cold) atau gejala mirip flu yang muncul ketika sistem kekebalan tubuh menurun. Penurunan imunitas dapat terjadi akibat kelelahan, kurang tidur, perubahan cuaca, atau stres fisik maupun mental. Ketika daya tahan tubuh melemah, virus penyebab infeksi saluran pernapasan lebih mudah masuk ke dalam tubuh sehingga memicu gejala seperti demam ringan, sakit kepala, hidung tersumbat, atau tubuh terasa lemas.

Gejala yang sering dikaitkan dengan masuk angin cukup beragam karena sebenarnya berasal dari berbagai kondisi kesehatan ringan. Keluhan yang umum dirasakan antara lain demam ringan, menggigil, keringat dingin, sakit kepala, mual, perut terasa kembung, hingga sering bersendawa atau buang gas. Pada beberapa orang, gejala ini juga disertai batuk ringan, pilek, serta nyeri otot yang membuat tubuh terasa tidak nyaman. Variasi gejala tersebut menunjukkan bahwa istilah masuk angin bukanlah penyakit tunggal, melainkan sekumpulan tanda klinis yang dapat dipicu oleh infeksi virus, gangguan pencernaan, atau kondisi tubuh yang sedang menurun.

Dalam pandangan ilmiah, pencegahan kondisi yang sering disebut masuk angin sebenarnya sama dengan upaya menjaga kesehatan tubuh secara umum. Sistem kekebalan tubuh yang kuat menjadi faktor utama untuk mencegah munculnya gejala seperti flu atau gangguan pencernaan ringan. Pola hidup sehat seperti tidur cukup, mengonsumsi makanan bergizi, menjaga hidrasi tubuh, serta rutin berolahraga terbukti membantu mempertahankan fungsi imun.

Tidak ada obat khusus yang secara langsung menyembuhkan “masuk angin”, karena istilah tersebut bukan diagnosis klinis. Dokter biasanya memberikan terapi yang bersifat simptomatik atau meredakan gejala yang muncul. Misalnya obat penurun demam untuk meredakan panas, obat pereda nyeri untuk sakit kepala atau pegal, serta obat anti-mual jika terdapat gangguan pencernaan. Selain pengobatan, istirahat yang cukup dan konsumsi cairan hangat sering dianjurkan untuk membantu proses pemulihan tubuh.

Pakar kesehatan juga menegaskan bahwa konsep masuk angin lebih berkaitan dengan persepsi budaya daripada diagnosis medis. Dalam dunia kedokteran modern sendiri tidak mengenal penyakit yang disebabkan oleh “angin masuk ke tubuh”, melainkan gejala tersebut biasanya berkaitan dengan kondisi seperti flu ringan atau gangguan gas dalam saluran pencernaan yang dalam istilah ilmiah dapat berkaitan dengan fenomena borborygmi atau perut bergas. Pandangan ini menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat mengenai masuk angin sebenarnya merupakan interpretasi tradisional terhadap gejala kesehatan yang dapat dijelaskan melalui ilmu medis modern.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....