Dukung Generasi Emas 2045, 270 Perempuan Ikut Vaksinasi HPV dan Edukasi Pangan Aman
- 05 Agt 2026 14:38 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker penyebab kematian tertinggi kedua pada perempuan di Indonesia, penyakit ini sebagian besar disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV). Dalam upaya perlindungan kesehatan reproduksi perempuan dan pencegahan penyakit vaksinasi akibat Human Papillomavirus, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar berkolaborasi dengan KORPRI Pusat melaksanakan dosis ketiga Vaksinasi HPV.
Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, 4 Agustus 2026 di aula Baji Minasa BBPOM di Makassar yang dikuti sekitar 270 peserta baik remaja putri dan perempuan usia produktif dari berbagai lapisan masyarakat.
Kepala BBPOM Makassar, Yosef Dwi Irwan mengatakan dosis ketiga merupakan dosis terakhir yang diberikan setelah 6 bulan vaksinasi HPV dosis pertama, tujuannya untuk dapat memberikan perlindungan maksimal sekaligus perlindungan komunal. Dikatakan kegiatan ini sesuai dengan arahan Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar agar Badan POM terus hadir memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui berbagai program yang berdampak nyata untuk perlindungan dan peningkatan derajat kesehatan.
“Rangkaian Vaksinasi HPV mulai dari dosis 1, 2 dan 3 merupakan bagian dari upaya kita bersama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan sejak dini bahaya kanker serviks," kata Yosef.
“Ini bukan hanya tentang memberikan vaksin, tetapi juga tentang membangun pemahaman bahwa kesehatan adalah investasi jangka panjang yang harus dijaga, terlebih para wanita yang nantinya akan melahirkan para generasi penerus bangsa," lanjutnya.
Di sisi lain, ia menjelaskan vaksin yang digunakan sudah memiliki izin edar dari BPOM, artinya sudah dilakukan evaluasi mutu, keamanan dan khasiat secara ketat, sehingga masyarakat diminta untuk tidak ragu saat melakukan vaksinasi. Selain menggelar kegiatan vaksinasi, Kepala BBPOM Makassar juga memanfaatkan momentum ini sebagai media edukasi bagi masyarakat, tentang pentingnya memilih Obat dan Makanan yang aman.
Yosef mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan berbagai iklan kosmetik maupun skincare yang menjanjikan hasil putih atau glowing secara instan. Menurutnya, klaim semacam itu patut diwaspadai karena berpotensi mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, hidrokuinon, dan asam retinoat yang dapat membahayakan kesehatan.
"Pastikan kosmetik yang digunakan sudah memiliki izin edar BPOM, waspada jika ada produk dengan klaim putih instan, jangan tergoda untuk membelinya, karena BPOM tidak pernah menyetujui klaim memutihkan. Apapun warna kulit kita, mau coklat, hitam, kuning ataupun putih yang penting sehat" tegas Yosef.
Ia juga mengajak masyarakat untuk selalu menerapkan prinsip Cek KLIK, yaitu Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa, sebelum membeli maupun menggunakan produk obat, kosmetik, obat bahan alam, suplemen kesehatan, dan pangan olahan. Untuk mempermudah masyarakat melakukan pengecekan legalitas produk, Yosef mengimbau agar memanfaatkan aplikasi BPOM Mobile. ”Jangan lupa download aplikasi BPOM Mobile, agar informasi Obat dan Makanan dalam genggaman kita” jelasnya.
Yosef juga turut menyampaikan pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman Antimicrobial Resistance (AMR) atau resistensi antimikroba yang kini menjadi salah satu tantangan kesehatan global. "Jangan pernah membeli antibiotik tanpa resep dokter, tidak semua penyakit harus diobati dengan antibiotik dan jika dokter telah meresepkan antibiotik, maka harus diminum sampai habis meskipun kondisi tubuh sudah terasa membaik," ujar Yosef.
Yosef juga mengenalkan program Ayo Buang Sampah Obat (ABSO) dengan benar. Sampah obat jika tidak dikelola dengan benar berpotensi disalahgunakan dan dapat mencemari lingkungan. "Masyarkat dapat membawa sampah sisa obat yang sudah tidak digunakan ke kantor BBPOM di Makassar ataupun apotek bertanda khusus untuk untuk nantinya dimusnahkan secara benar agar tidak disalahgunakan dan menjaga lingkungan tetap lestari” lanjutnya.
“Jika masyarkat membutuhkan informasi ataupun ingin menyampaikan pengaduan terkait obat, makanan, kosmetik, suplemen kesehatan, dan obat bahan alam dapat disampaikan melalui nomor 0852-11111-533, 7x 24 dan identitas pelapor dirahasiakan” pungkasnya.
Melalui kolaborasi yang kuat, edukasi yang berkesinambungan, serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menggunakan Obat dan Makanan yang aman, kita tidak hanya melindungi kesehatan hari ini, tetapi juga sedang membangun fondasi generasi Indonesia yang sehat, produktif, berdaya saing, dan siap mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....