Rahasia Awet Muda dan Jantung Sehat lewat Puasa

  • 10 Mar 2026 13:25 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Ibadah puasa Ramadan bukan sekadar kewajiban spiritual, melainkan mekanisme biologis yang luar biasa bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Pakar Kesehatan dan juga Penceramah Tarwih di Mesjid Raya Makassar, Selasa 3 Maret 2026 Dr. dr. H. M. Khidri Alwi, menjelaskan bahwa selama puluhan tahun, tubuh manusia dibebani oleh pola makan yang tidak berhenti dari pagi hingga malam, yang memicu penumpukan racun dan pengentalan darah.

"Anda bisa bayangkan kalau kita sudah berumur 40, 50, sampai 70 tahun, pasti tidak ada yang selamat dari penyakit jika beban tubuh dalam makanan menjadi biaya berat yang harus dikeluarkan," ujar dr. Khidri Alwi.

Dijelaskan bahwa, sistem metabolisme manusia normalnya memproses makanan dalam waktu yang panjang, mulai dari lambung hingga ke usus dan sistem ekskresi. Namun demikian menurut dosen pengajar kampus UMI Makassar ini, kebiasaan makan yang terus-menerus seringkali membuat organ tidak memiliki waktu istirahat, yang berujung pada pengentalan darah dan risiko penyakit jantung koroner.

"Darah yang kental ini akan terus menjadi penyebab penyakit jantung, karena sepanjang hidup kita, pembuluh darah akan menebal akibat makanan yang menempel selama berpuluh-puluh tahun," jelasnya.

Dosen Kedoteran UMI ini mengugkapkan, keajaiban puasa muncul saat seseorang berhenti makan dan minum selama 13 hingga 14 jam. Dr. Khidri menekankan bahwa puasa sebenarnya bukan mengubah porsi, melainkan mengatur ulang jadwal agar organ tubuh mendapatkan fase istirahat total.

Lebih lanjut menerangkan, ketika lambung dan usus berhenti bekerja pada siang hari, tubuh memasuki kondisi khusus yang disebut sebagai fase pembersihan internal atau reset seluler. "Dari jam satu siang sampai setengah tujuh malam, di situlah terjadi fase istirahat yang memberikan kesempatan bagi organ-organ tubuh kita untuk pulih," lanjutnya.

"Proses autofagi ini hanya terjadi ketika tidak ada makanan masuk sampai 16 jam, di mana sel-sel tua yang berbahaya dan potensi kanker itu dimakan oleh dirinya sendiri," ungkap Dr. Khidri.

Dr. Khidri menyebutkan bahwa puasa berfungsi sebagai anti penuaan yang membuat kulit tampak lebih cerah dan badan terasa lebih ringan. Hal ini terjadi karena sel-sel tubuh diperbarui secara otomatis, sehingga meskipun organ sudah berusia lama, "bungkus" atau tampilannya tetap terlihat segar dan sehat.

Lebih lanjut ungkapnya, puasa secara spesifik memperbaiki profil kimia darah yang berkaitan langsung dengan kesehatan jantung. Selama berpuasa, tubuh meningkatkan kadar lemak baik yang bertugas melawan lemak jahat dan trigliserida.

"Puasa membuat darah menjadi bagus karena terjadi peningkatan HDL yang melawan lemak jelek, serta mampu mereduksi insulin yang sangat baik untuk penderita diabetes," paparnya.

dokter sekaligus tokoh agama ini mengingatkan bahwa jantung akan bekerja dengan baik jika bahan baku pembentuk darahnya berasal dari sumber yang baik pula. ia menjelaskan, Puasa hadir sebagai intervensi medis alami untuk menekan segala risiko penyakit berat seperti stroke dan gagal jantung akibat gaya hidup.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....