Manis Rasanya, Bahayanya Nyata Kenali Gejala dan Cegah Diabetes

  • 12 Jul 2026 13:14 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID ,Makassar – Kesadaran masyarakat untuk mengenali diabetes melitus sejak dini dinilai menjadi langkah penting dalam menekan angka kasus penyakit tidak menular yang terus meningkat di Indonesia. Diabetes bukan sekadar penyakit akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan manis, tetapi merupakan gangguan metabolisme yang dapat memicu berbagai komplikasi serius apabila tidak dikendalikan. Hal tersebut menjadi pembahasan dalam Program Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (FK UMI) Makassar di PRO1 RRI Makassar, Sabtu (11/7/2026), yang dipandu Risna Supratio dengan menghadirkan narasumber Divareswari Amaliah Amrullah, S.Ked., MPPD IKM-IKK-IKP FK UMI.

Dalam dialog tersebut, Divareswari menjelaskan bahwa diabetes melitus terjadi ketika kadar gula darah meningkat akibat tubuh tidak mampu memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau insulin tidak bekerja secara optimal. Kondisi tersebut menyebabkan glukosa menumpuk di dalam darah sehingga perlahan dapat merusak pembuluh darah, saraf, ginjal, mata, hingga organ vital lainnya apabila tidak segera ditangani.

Menurutnya, perubahan gaya hidup masyarakat menjadi salah satu penyebab meningkatnya kasus diabetes, terutama di kalangan usia produktif. Pola makan tinggi gula dan lemak, kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan begadang, stres berkepanjangan, serta obesitas merupakan faktor risiko yang perlu diwaspadai. Karena itu, masyarakat didorong untuk mulai menerapkan gaya hidup sehat sejak usia muda.

"Diabetes sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal. Ketika muncul keluhan seperti sering haus, sering buang air kecil, cepat lapar, berat badan turun tanpa sebab, atau luka sulit sembuh, jangan menunda untuk memeriksakan kadar gula darah. Deteksi dini akan memberikan peluang penanganan yang jauh lebih baik," ujar Divareswari.

Ia menambahkan bahwa diabetes bukan penyakit yang dapat disembuhkan sepenuhnya, namun dapat dikendalikan sehingga penderitanya tetap mampu menjalani kehidupan yang produktif. Pengendalian tersebut dilakukan melalui kepatuhan menjalani terapi sesuai anjuran tenaga kesehatan, menjaga pola makan bergizi seimbang, rutin berolahraga, menghindari rokok, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

"Kunci utama dalam menghadapi diabetes adalah disiplin menjalani pola hidup sehat. Mengurangi konsumsi minuman berpemanis, memperbanyak sayur dan buah, aktif bergerak setiap hari, serta menjaga berat badan ideal merupakan langkah sederhana yang memberikan manfaat besar untuk mencegah diabetes maupun komplikasinya," jelasnya.

Divareswari juga mengingatkan bahwa diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, gangguan penglihatan hingga kebutaan, kerusakan saraf, serta luka kaki diabetik yang berisiko berujung pada amputasi. Oleh sebab itu, pemeriksaan kesehatan secara rutin, khususnya bagi masyarakat yang memiliki riwayat diabetes dalam keluarga, sangat dianjurkan sebagai bentuk deteksi dan pencegahan dini.

Melalui Program Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran UMI Makassar di PRO1 RRI Makassar, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya mengenali faktor risiko diabetes dan menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi kesehatan yang berkelanjutan menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih sadar akan pentingnya pencegahan penyakit. "Jangan menunggu sampai sakit untuk mulai hidup sehat. Langkah kecil yang dilakukan hari ini akan menjadi investasi besar bagi kesehatan di masa depan," tutup Divareswari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....