Tips Mulut dan Nafas Tetap Segar saat Berpuasa

  • 03 Mar 2026 13:50 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Berpuasa dapat mengubah kondisi di dalam mulut, terutama karena produksi air liur berkurang saat tidak makan dan minum dalam jangka waktu lama. Menurut pmc Penurunan aliran air liur ini meningkatkan risiko mulut kering dan pertumbuhan bakteri yang menghasilkan senyawa bau seperti volatile sulfur compounds (VSC), sehingga napas bisa menjadi kurang segar meskipun mulut tampak bersih. Hal ini telah didukung oleh penelitian ilmiah yang menunjukkan peningkatan senyawa bau pada napas selama periode puasa karena perubahan mikrobiota mulut dan produksi saliva yang berkurang.

Kebersihan mulut yang baik menjadi dasar utama tetap memiliki nafas segar saat berpuasa. Menyikat gigi secara teratur idealnya setelah sahur dan sebelum tidur dapat membantu membersihkan sisa makanan dan plak yang menjadi tempat berkembangnya bakteri. Membersihkan lidah juga penting karena permukaan lidah sering menampung bakteri penyebab bau mulut yang tidak terjangkau oleh sikat gigi biasa.

Air liur memiliki fungsi alami untuk menetralkan asam dan mengeluarkan partikel makanan yang tertinggal di mulut. Melansir hilarispublisher, saat berpuasa produksi saliva berkurang, menjaga hidrasi antara waktu berbuka dan sahur sangat penting. Minum cukup air akan membantu mempertahankan kelembapan mulut dan meningkatkan aliran air liur saat tidak berpuasa, yang pada gilirannya mengurangi risiko mulut kering dan bau.

Pilihan makanan yang dikonsumsi sebelum memulai puasa juga berpengaruh. Menghindari makanan berminyak, pedas, atau beraroma tajam seperti bawang dan bawang putih dapat membantu mengurangi residu bau yang tertahan di mulut sepanjang hari. Sebaliknya, buah dan sayuran berserat tinggi, serta makanan yang kaya air seperti semangka atau apel, dapat membantu membersihkan permukaan gigi dan merangsang produksi air liur sebelum puasa dimulai.

Penggunaan obat kumur bebas alkohol atau miswak bisa menjadi tambahan yang bermanfaat setelah menyikat gigi pada waktu makan sahur atau berbuka. Mouthwash antibakteri membantu menurunkan jumlah bakteri penyebab bau tanpa mengeringkan mulut lebih jauh. Memilih produk tanpa alkohol menjadi penting karena alkohol dapat memperburuk kondisi mulut kering.

Konsultasi dengan dokter gigi atau bila bau mulut tetap mengganggu. Pemeriksaan profesional dapat mengidentifikasi masalah yang tidak tampak seperti karang gigi, infeksi gusi, atau gangguan lain yang bisa memperburuk bau mulut saat berpuasa. Saran dokter gigi dapat disesuaikan dengan kondisi mulut tiap individu untuk membantu menjaga kesehatan mulut dan napas tetap segar sepanjang puasa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....