Gejala Demam Berdarah pada Lansia dan Anak
- 01 Mar 2026 17:25 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Gejala demam berdarah pada orang lanjut usia cenderung berbeda dan sering kali tidak khas dibandingkan pasien anak ataupun remaja. Demikian disampaikan Dokter Rachmat Latief dalam perbincangan lewat dialog bersama Pro 1 RRI Makassar, edisi Minggu, 1 Maret 2026
Dikatakan, Pada lansia di atas usia 65 tahun, demam mungkin tidak terlalu tinggi, namun kondisi tubuh tampak sangat lemas, nafsu makan hilang, hingga menurunnya kesadaran. Hal ini disebabkan oleh faktor penuaan organ tubuh, sehingga diperlukan standar operasional prosedur (SOP) penanganan yang khusus bagi pasien lansia.
Bagi pasien kategori anak-anak dan remaja, Dokter Rachmat Latief menyebutkan adanya satu gejala yang sangat khas, yaitu nyeri di belakang bola mata atau retro orbita. Rasa nyeri ini biasanya disertai dengan sakit kepala yang hebat dan nyeri di seluruh badan. Mengingat gejalanya yang beragam, masyarakat diminta untuk tidak melakukan diagnosis mandiri di rumah dan segera membawa pasien ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) jika timbul demam.
“Terutama pada mereka yang usia lanjut, seperti saya katakan tadi, gejala demam itu biasanya tidak terlalu khas biasanya yang khas itu adalah kesadarannya menurun, lemas, tidak mau makan, dan sebagainya itu berbeda dan Kalau anak-anak remaja kita, anak SD-SMP, itu jelas panasnya sampai 40°C dan sebagainyau, dan ada satu tanda itu yang paling khas,” katanya kepada RRI
Edukasi ini diharapkan dapat merubah pola pikir masyarakat agar tidak lagi menganggap remeh demam biasa. Penanganan yang cepat dan tepat di rumah sakit sangat krusial untuk mencegah komplikasi yang lebih berat. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai klasifikasi gejala berdasarkan usia, diharapkan angka kematian akibat demam berdarah dapat ditekan secara signifikan.
Pihak rumah sakit biasanya melakukan prosedur medis yang disebut rumple leede test menggunakan alat tensi untuk memicu munculnya bintik merah tambahan sebagai indikasi awal. Jika bintik tersebut bertambah banyak, dokter akan melanjutkan pemeriksaan laboratorium untuk melihat kadar trombosit. Diagnosis demam berdarah baru bisa dipastikan setelah melalui rangkaian tes tersebut untuk menentukan tingkat keparahan penyakit.
Pasien akan mendapatkan perawatan intensif sebagai penderita demam berdarah apabila kadar trombosit sudah anjlok di bawah angka 100. Selain itu, tanda-tanda kebocoran cairan seperti pendarahan gusi, mimisan, dan penurunan kadar protein dalam darah menjadi sinyal bahaya yang harus segera ditangani. Meningkatnya hematokrit akibat kehabisan cairan juga menjadi indikator kuat kondisi demam berdarah yang serius.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....