Pastikan Takjil Ramadan Aman dari Bahan Berbahaya,BBPOM lakukan Uji Sampel
- 23 Feb 2026 19:45 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Dalam menjaga keamanan pangan selama Ramadan 1447 Hijriah, Dinas Kesehatan Kota Makassar bersinergi dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, PD Pasar Makassar Raya, serta Satuan Polisi Pamong Praja menggelar uji sampel takjil di Pasar Terong dan Pasar Todopuli, Senin, 23 Februari 2206. Kegiatan ini bukan sekadar inspeksi rutin, melainkan bentuk nyata kehadiran negara dalam memastikan setiap hidangan berbuka yang dikonsumsi masyarakat aman, sehat, dan layak.
Langkah pengawasan ini dilakukan seiring meningkatnya aktivitas jual beli takjil selama Ramadan, di mana kebutuhan masyarakat terhadap makanan siap saji mengalami lonjakan signifikan. Dalam situasi tersebut, jaminan keamanan pangan menjadi aspek krusial, karena makanan berbuka bukan hanya soal selera, tetapi juga menyangkut kesehatan dan keselamatan publik.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, menjelaskan bahwa pemeriksaan difokuskan pada dua titik di Pasar Terong, dengan pengambilan berbagai sampel takjil dan bahan pangan seperti cendol, cincau, kolang-kaling, biji delima, hingga mie basah. Setiap sampel diuji menggunakan metode laboratorium sederhana (rapid test) guna memperoleh hasil cepat dan akurat langsung di lapangan.
"Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan seluruh sampel dinyatakan aman dan tidak mengandung bahan berbahaya seperti boraks, formalin, maupun pewarna tekstil. Temuan ini menjadi indikator positif bahwa para pedagang mulai semakin sadar akan pentingnya menjaga kualitas dan keamanan pangan yang dijual kepada masyarakat", jelasnya.
Meski demikian, pengujian awal di lapangan tetap menjadi bagian dari sistem pengawasan berlapis. Apabila ditemukan indikasi mencurigakan, sampel dapat dilanjutkan ke pengujian laboratorium yang lebih komprehensif guna memastikan standar keamanan pangan terpenuhi secara menyeluruh.
Pengawasan rutin yang dilakukan setiap tahun ini mencerminkan komitmen berkelanjutan pemerintah dalam memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadan. Selain memastikan bebas dari bahan kimia berbahaya, para pedagang juga diingatkan untuk menjaga kebersihan, sanitasi, serta proses pengolahan makanan agar terhindar dari potensi cemaran fisik maupun biologis.
Kepala BBPOM Makassar, Yosef Dwi Irwan, menegaskan bahwa pengawasan pangan merupakan tanggung jawab bersama demi menjamin rasa aman masyarakat dalam mengonsumsi makanan, terutama di ruang publik seperti pasar tradisional yang menjadi pusat aktivitas ekonomi.
Sebagai salah satu pasar induk dan pusat perdagangan utama di Makassar, Pasar Terong memiliki peran strategis dalam distribusi pangan masyarakat. Dengan hasil uji sampel yang dinyatakan aman, diharapkan masyarakat dapat menjalani ibadah Ramadan dengan lebih tenang, tanpa kekhawatiran terhadap keamanan makanan berbuka yang dikonsumsi setiap harinya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....