Sebanyak 1130 Desa di Sulsel Jadi Desa Siaga TBC
- 07 Feb 2026 10:58 WIB
- Makassar
RI.CO.ID,Makassar: sebanyak 1.130 desa/kelurahan di 20 kabupaten/kota telah resmi memiliki SK Desa Siaga TBC. Program ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara tiga instansi besar, yakni Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Desa. Kerja sama ini bertujuan menciptakan sistem penanganan TBC yang terintegrasi langsung dari tingkat akar rumput.
Demikian disampaikan Andi Julia Junus selaku Penanggung Jawab Program TB SulSel saat berbincang bersama lewat Talksow Indonesia sehat bersama Pro 1 RRI Makassar edisi Jumat, 6 Februari 2026. “Iya, jadi Desa Siaga TBC ini didorong mulai pada tahun 2025, Nah, sekarang sudah ada sekitar 20 kabupaten/kota yang sudah membuat SK Desa Siaga TBC dan kondisi saat ini berdasarkan hasil tracking policy yang ada, kita sudah memiliki sekitar 1.130 desa/kelurahan dari 3.053 desa/kelurahan yang diharapkan,” ungkap Andi Juliana.
Desa Siaga TBC menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat dengan memposisikan kader kesehatan sebagai ujung tombak. Para kader ini menjalankan sistem jemput bola, yang meliputi penyaringan (screening) terhadap warga yang melakukan kontak erat dengan pasien, hingga memberikan pendampingan intensif.
“Nah, di sini peran kader sangat besar. Jadi mereka akan melihat bahwa apakah ini memang bergejala atau tidak atau berisiko, Apabila memang berisiko maka dilakukanlah jemput bola dan Diarahkanlah dari orang yang dengan bergejala tersebut ke sarana pelayanan terdekat, Apakah itu Polindes kalau memang jauh dari Puskesmas dan Ini bisa dilakukan di tingkat desa, Jadi tidak mesti langsung dilakukan di Puskesmas kalau memang sarana yang ada di tingkat desa itu ada, Nah, inilah yang Desa Siaga kita harapkan mendekatkan layanan di masyarakat,” kata Andi Julia kepada RRI.
Dikatakan, Mengingat masa pengobatan TBC memakan waktu minimal enam bulan, peran kader sangat krusial untuk memastikan pasien disiplin mengonsumsi obat hingga dinyatakan sembuh total. Strategi ini diharapkan dapat mempercepat upaya eliminasi TBC di Sulawesi Selatan melalui deteksi dini dan pengawasan ketat di tingkat komunitas.
“Nah, karena pengobatan TBC ini kan 6 bulan, Ini cukup panjang memang pengobatannya dengan berbagai macam keluhan yang biasa terjadi selama dalam pengobatan, Nah, makanya perlu dilakukan pendampingan, Nah, selain pendampingan, ini dilakukan juga screening dimanaScreening dalam artian adalah kontak serumah,” kata Penanggung Jawab Program TB SulSel saat berbincang bersama lewat Talksow Indonesia sehat bersama Pro 1 RRI Makassar
Seperti yang diketahui Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mempercepat pembentukan Desa Siaga TBC sebagai langkah strategis untuk menekan angka kasus Tuberkulosis salah satunya dengan menghadirkan Desa Siaga TBC.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....