Dinkes Sulsel Ungkap Strategi Tekan Kasus TBC

  • 10 Apr 2026 15:18 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Sulawesi Selatan masuk ke dalam 8 besar provinsi dengan beban Tuberkulosis tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data, masih terdapat selisih selisih 11.365 kasus yang belum ditemukan dari target 45.472 kasus yang masih berpotensi menularkan tuberkulosis di Sulawesi Selatan

Pengelola Program TBC Dinkes Sulsel, Andi Julia Yunus kepada RRI pada Jumat, 10 April 2026, mengungkapkan berbagai langkah strategis telah dilakukan pemerintah khususnya pada penyintas TBC agar patuh dalam menjalani pengobatan. Diantaranya, pada tahap awal melakukan counseling, dengan memberikan edukasi kepada penyintas yang baru terdiagnosis TBC.

“Itu yang pertama, supaya mereka paham penyakitnya. Bagaimana sebenarnya TBC, ini kan penyakit yang dapat disembuhkan, bukan penyakit yang tidak dapat disembuhkan,” jelas Uli-sapaan akrabnya.

Selanjutnya, melakukan penunjukan PMO (Pendamping Menelan Obat). PMO dapat dilakukan oleh keluarga inti, kader kesehatan ataupun petugas kesehatan. Pendamping Menelan Obat (PMO) akan dibekali dengan informasi-informasi terkait pengobatan-pengobatan yang akan dijalani oleh pasien. Terutama, dampak yang bisa terjadi kalau pengobatan tidak tuntas dilakukan.

Strategi selanjutnya, petugas kesehatan akan secara rutin mengontrol penyintas. “Pengobatan ini kan 6 bulan, Kita tidak memberikan obat sekaligus. Jadi pada tahap awal intensif yaitu 2 bulan pertama kita memberikannya itu biasanya ada yang sekali seminggu atau sekali dua minggu. Pada saat lepas dalam fase intensifnya itu, mereka biasa dikasih sekali sebulan seperti itu yang biasa kita lakukan,” terang Uli.

Selain itu, pentingnya support system yang kuat dari masyarakat untuk mengantisipasi terjadinya stigma di masyarakat. Petugas kesehatan dapat melakukan kunjungan dan memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar. Hal ini karena pengobatan TBC memerlukan komitmen penyintas dan dukungan keluarga serta masyarakat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....