Patriot Unhas Awali Ekspedisi di Papua Barat dengan Memetakan Potensi Masyarakat

  • 04 Agt 2026 14:42 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Solusi pembangunan tidak dapat dirancang berdasarkan asumsi. Setiap wilayah memiliki karakteristik sosial, ekonomi, budaya, dan sumber daya yang berbeda, sehingga membutuhkan pendekatan yang diawali dengan pemahaman terhadap kondisi lapangan. Prinsip tersebut menjadi landasan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Hasanuddin (Unhas) 2026 dalam memulai pengabdian di Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Selama empat bulan ke depan, sebanyak 120 Patriot Unhas akan mendampingi masyarakat di Kampung Weri dan Kampung Saharey, Distrik Fakfak Timur. Kegiatan diawali dengan identifikasi potensi dan kebutuhan masyarakat, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan serta pelaksanaan berbagai program pendampingan dan pemberdayaan yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah.

Ketua TEP Unhas, Abdullah Sanusi, S.E., MBA., Ph.D., yang juga Direktur Kemitraan Strategis menjelaskan, pengabdian yang dilakukan para patriot tidak berangkat dari asumsi. Pendekatan tersebut merupakan bagian penting untuk memastikan setiap program yang dijalankan memiliki dasar yang kuat, relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta mampu memberikan dampak yang berkelanjutan.

"Para Patriot akan terlebih dahulu memahami kondisi masyarakat dan potensi yang ada. Kami ingin memastikan setiap program yang dilakukan benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat dan dapat memberikan manfaat," jelas Abdullah, Selasa 4 Agustus 2026.

Berbagai aspek yang akan menjadi perhatian meliputi potensi ekonomi masyarakat, komoditas unggulan daerah, pendidikan, kesehatan, penguatan kelembagaan ekonomi, pemanfaatan teknologi tepat guna, hingga peningkatan akses pasar. Seluruh rekomendasi akan disusun berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan masyarakat selama masa penugasan.

Pendekatan ini sejalan dengan tujuan Program Tim Ekspedisi Patriot 2026 yang diinisiasi Kementerian Transmigrasi, yakni mendorong perguruan tinggi berkontribusi dalam transformasi kawasan transmigrasi.

Bagi Unhas, ekspedisi ini juga menjadi ruang belajar yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan pengalaman dan kearifan lokal masyarakat. Proses tersebut akan memperkaya perspektif para Patriot dalam merancang solusi pembangunan.

"Ekspedisi ini bukan hanya tentang apa yang bisa dibawa dari kampus ke masyarakat. Para Patriot juga akan belajar dari pengetahuan, pengalaman, dan potensi yang dimiliki masyarakat Fakfak," tambah Abdullah.

Pemerintah Kabupaten Fakfak menyambut baik keterlibatan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan kawasan. Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, S.Sos., M.Ap., berharap kehadiran para Patriot dapat membantu pemerintah mengidentifikasi potensi sekaligus berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat.

"Pemerintah daerah tentu akan mendukung agar program yang dijalankan dapat berjalan baik dan memberikan manfaat bagi kampung serta masyarakat," jelas Samaun.

Setelah tiba di Fakfak, para Patriot langsung mengikuti agenda koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Fakfak dan Tim Ekspedisi Patriot Universitas Padjadjaran (Unpad). Pertemuan tersebut membahas kesiapan pelaksanaan apel penyambutan sekaligus sinkronisasi awal program dengan pemerintah daerah.

Selanjutnya, para Patriot mengikuti apel penyambutan yang dipimpin Bupati Fakfak bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Usai apel, tim akan berdiskusi dengan OPD terkait untuk menyelaraskan rencana kerja sebelum diberangkatkan menuju Kampung Weri dan Kampung Saharey sebagai lokasi pengabdian.

Sebanyak 120 anggota Tim Ekspedisi Patriot Universitas Hasanuddin yang terbagi dalam 20 tim tiba di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, pada Minggu 2 Agustus 2026. Rombongan disambut oleh Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, S.Sos., M.Ap. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Fakfak Lud Kamudi, serta masyarakat melalui prosesi tarian adat di Bandara Siboru Fakfak sebagai simbol penyambutan dan dimulainya kolaborasi.

Melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan kolaborasi dengan pemerintah daerah serta masyarakat, Ekspedisi Patriot Universitas Hasanuddin diharapkan turut berkontribusi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Program ini juga mendukung SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDGs 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dengan mendorong pembangunan kawasan transmigrasi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....