Unibos Gandeng BRIN Perkuat Riset & Inovasi, Dosen Didorong Manfaatkan Pendanaan
- 27 Jul 2026 18:09 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Universitas Bosowa (Unibos) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem Riset dan Inovasi melalui penyelenggaraan Sharing Session bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bertajuk "Membahas Peluang Pendanaan dan Insentif Riset". Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Aksa Mahmud Lantai 9 Gedung II Unibos ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan akademisi dengan pemerintah dalam memperluas akses pendanaan penelitian sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut menghadirkan Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN, Dr. Eng. Agus Haryono, bersama jajaran BRIN. Turut hadir Sekretaris Universitas Bosowa Prof. Dr. Ir. Hadijah Mahyuddin, M.Si., Direktur Direktorat Inovasi, Riset, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DIRPM) Unibos Dr. Ahmad Swandi, S.Pd., M.Si.P., para ketua program studi, dosen, peneliti, hingga mahasiswa yang antusias mengikuti jalannya diskusi.
Direktur DIRPM Unibos, Dr. Ahmad Swandi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah strategis dalam memperluas jejaring Riset dan Inovasi di tingkat nasional. Menurutnya, kolaborasi dengan BRIN diharapkan mampu membuka peluang lebih besar bagi dosen dan peneliti Unibos untuk mengakses berbagai skema pendanaan penelitian yang tersedia.
"Melalui kegiatan ini kami ingin mendorong dosen Universitas Bosowa agar semakin aktif memanfaatkan berbagai skema pendanaan yang disiapkan BRIN. Harapannya, semakin banyak riset yang tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi masyarakat," ujar Ahmad Swandi, dalam keterangannya, Senin 27 Juli 2026.
Ia menjelaskan, selama ini Universitas Bosowa telah menunjukkan capaian yang positif dalam memperoleh pendanaan melalui berbagai program nasional. Bahkan, Unibos berhasil meraih penghargaan sebagai perguruan tinggi dengan jumlah hibah pengabdian kepada masyarakat terbanyak secara nasional selama tiga tahun berturut-turut, yakni pada 2019, 2020, dan 2021.
Ahmad Swandi berharap pada tahun ini Unibos mampu meningkatkan partisipasi dalam program pendanaan BRIN, sekaligus memperluas kolaborasi penelitian dengan berbagai institusi.
"Kami berharap tahun ini Universitas Bosowa mulai memperoleh lebih banyak pendanaan riset dari BRIN. Selain itu, kami ingin memperkuat kolaborasi penelitian, publikasi bersama, hingga pemanfaatan fasilitas laboratorium BRIN untuk mendukung pengembangan riset di kawasan Indonesia Timur," katanya.
Sebagai narasumber utama, Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN, Dr. Eng. Agus Haryono, memaparkan berbagai peluang pendanaan melalui skema Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM), khususnya RIIM Startup dan RIIM Kompetisi. Menurutnya, kedua program tersebut dirancang untuk mempercepat hilirisasi hasil penelitian sekaligus meningkatkan kualitas Riset dan Inovasi nasional melalui dukungan pendanaan yang dapat diakses oleh perguruan tinggi, lembaga penelitian, hingga perusahaan berbasis teknologi.
"Kami ingin membangun ekosistem riset dan inovasi yang semakin kuat di Indonesia. Apabila masih ada kebutuhan skema pendanaan yang belum tersedia, BRIN sangat terbuka untuk berdiskusi dan mengembangkannya bersama para peneliti maupun perguruan tinggi," jelas Agus Haryono.
Dalam kesempatan tersebut, Agus juga mengajak sivitas akademika Unibos untuk memanfaatkan peluang pendanaan BRIN melalui pengembangan startup berbasis hasil penelitian. Menurutnya, banyak hasil riset dosen maupun tugas akhir mahasiswa yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk inovatif dan dikomersialisasikan melalui skema RIIM Startup.
"Hasil penelitian di perguruan tinggi memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi startup berbasis teknologi. Karena itu, kami mendorong dosen dan mahasiswa agar tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga berani membawa hasil riset menuju tahap hilirisasi," ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa skema RIIM Kompetisi masih membuka pengajuan proposal hingga 31 Juli 2026, sehingga menjadi kesempatan bagi para peneliti untuk memperoleh dukungan pendanaan sekaligus meningkatkan daya saing penelitian di tingkat nasional.
Suasana diskusi berlangsung dinamis dengan tingginya antusiasme peserta. Berbagai pertanyaan disampaikan terkait strategi penyusunan proposal, peluang kolaborasi lintas perguruan tinggi, pemanfaatan laboratorium BRIN, hingga kiat meningkatkan kualitas proposal agar mampu bersaing dalam memperoleh pendanaan. Interaksi tersebut menjadi wadah berbagi pengalaman sekaligus memperkuat pemahaman mengenai perkembangan ekosistem Riset dan Inovasi di Indonesia.
Melalui kegiatan ini, Universitas Bosowa kembali menegaskan komitmennya untuk membangun budaya Riset dan Inovasi yang produktif, kolaboratif, dan berdampak. Sinergi dengan BRIN diharapkan mampu melahirkan lebih banyak penelitian unggulan, publikasi ilmiah bereputasi internasional, inovasi yang siap dihilirisasikan, serta kolaborasi strategis yang mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan berkelanjutan, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....