LP2S UMI Perkuat Hilirisasi Riset hingga Jadi Produk dan Startup

  • 02 Sep 2026 18:56 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya atau LP2S Universitas Muslim Indonesia UMI mendorong penguatan hilirisasi hasil penelitian agar mampu memberikan nilai tambah bagi universitas, masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan. Upaya tersebut menjadi salah satu fokus dalam LP2S Transformation & Impact Strategic Forum 2026 yang berlangsung pada 1 hingga 2 September 2026 di Gedung Menara, Kampus UMI Makassar.

Forum tersebut menjadi bagian dari penyusunan arah operasional dan strategi pengembangan LP2S untuk periode 2026 hingga 2031. Selain meningkatkan kualitas penelitian, lembaga diarahkan untuk memperkuat perlindungan kekayaan intelektual, pengembangan produk, kolaborasi strategis, hingga pemanfaatan hasil riset oleh masyarakat dan dunia usaha.

Wakil Rektor V UMI Ir. Setyawati Yani, ST., MT., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. menekankan pentingnya membangun kerja sama penelitian yang produktif dan memiliki orientasi terhadap hilirisasi. Menurutnya, kolaborasi harus memberikan hasil yang terukur dan mampu meningkatkan reputasi sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi UMI.

“Kerja sama diharapkan tidak berhenti pada dokumen, tetapi menghasilkan output, outcome, impact, hingga nilai reputasi bagi UMI,” paparnya, Selasa, 1 September 2026 di Gedung Menara, Kampus UMI Makassar.

Setyawati menjelaskan, rantai hilirisasi penelitian perlu dibangun secara berkelanjutan. Hasil penelitian harus diarahkan dari tahap riset menuju perlindungan kekayaan intelektual atau paten, kemudian dikembangkan menjadi produk yang memiliki peluang untuk dilisensikan, dikembangkan melalui startup, hingga akhirnya dapat diadopsi oleh pengguna. “Rantai hilirisasi diarahkan dari riset, HKI atau paten, produk, lisensi, startup, hingga adopsi dan pendapatan,” jelasnya.

Penguatan hilirisasi tersebut menjadi bagian dari transformasi LP2S yang tidak lagi hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan penelitian. Lembaga diharapkan mampu menghubungkan peneliti, kelompok riset, mitra strategis, dunia usaha, serta pengguna hasil penelitian dalam satu ekosistem yang menghasilkan manfaat nyata.

Selain hilirisasi, forum juga diarahkan untuk memperluas kemitraan strategis dan membangun kelompok serta tema penelitian unggulan. Pengelolaan data dan sistem kinerja juga diperkuat untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti sekaligus memantau capaian penelitian secara lebih terukur.

Ketiga pimpinan UMI yang hadir sebagai narasumber, yakni Prof. Dirgahayu Lantara, Prof. Zakir Sabara, dan Ir. Setyawati Yani, memberikan perspektif yang saling melengkapi mengenai arah transformasi LP2S. Ketiganya menekankan bahwa penelitian harus bergerak dari sekadar aktivitas akademik menuju inovasi, implementasi, dan dampak.

Transformasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan ekosistem penelitian yang lebih produktif sekaligus memperkuat posisi UMI dalam menghasilkan inovasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Dengan demikian, keberhasilan LP2S tidak semata-mata diukur dari banyaknya penelitian atau kegiatan yang dilaksanakan. “Jangan bangga karena LP2S semakin sibuk. Banggalah ketika karena LP2S, UMI semakin berdampak,” menjadi pesan yang menegaskan arah transformasi lembaga ke depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....