Unibos Perkuat Budaya Riset lewat Kolaborasi BRIN

  • 25 Jul 2026 11:25 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Universitas Bosowa (Unibos) terus memperkuat budaya riset dan inovasi melalui Sharing Session bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bertajuk “Membahas Peluang Pendanaan dan Insentif Riset”. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 24 Juli 2026, di Auditorium Aksa Mahmud Lantai 9 Gedung II Universitas Bosowa ini menjadi wadah bagi dosen dan mahasiswa untuk memahami berbagai peluang pendanaan riset sekaligus memperluas jejaring kolaborasi penelitian.

Kegiatan tersebut menghadirkan Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN, Dr. Eng. Agus Haryono, bersama jajaran BRIN. Turut hadir Sekretaris Universitas Bosowa Prof. Dr. Ir. Hadijah Mahyuddin, M.Si., Direktur Direktorat Inovasi, Riset, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DIRPM) Unibos Dr. Ahmad Swandi, S.Pd., M.Si.P., para ketua program studi, dosen, serta mahasiswa. Forum berlangsung interaktif dengan pembahasan mengenai strategi penguatan ekosistem riset di perguruan tinggi.

Direktur DIRPM Universitas Bosowa, Dr. Ahmad Swandi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah strategis untuk memperluas akses sivitas akademika terhadap berbagai skema pendanaan yang dikelola BRIN. Ia menjelaskan Unibos selama ini telah aktif mengikuti program pendanaan nasional dan bahkan pernah meraih penghargaan sebagai perguruan tinggi dengan jumlah hibah pengabdian kepada masyarakat terbanyak secara nasional pada 2019, 2020, dan 2021.

"Kami berharap tahun ini Universitas Bosowa dapat mulai berpartisipasi secara lebih aktif dan berhasil memperoleh pendanaan riset dari BRIN. Kami juga berharap lahir kolaborasi riset, publikasi bersama, hingga pemanfaatan fasilitas riset BRIN untuk memperkuat penelitian di kawasan Indonesia Timur," ujarnya.

Dalam pemaparannya, Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN, Dr. Eng. Agus Haryono, memperkenalkan berbagai peluang pendanaan melalui skema Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM), khususnya RIIM Startup dan RIIM Kompetisi. Kedua program tersebut dirancang untuk mendorong hilirisasi hasil penelitian sekaligus memperkuat kualitas riset melalui dukungan pendanaan bagi perguruan tinggi, lembaga riset, maupun perusahaan berbasis inovasi.

Agus juga mendorong dosen dan mahasiswa Universitas Bosowa agar lebih aktif memanfaatkan peluang tersebut, termasuk mengembangkan hasil penelitian menjadi startup berbasis riset. Menurutnya, berbagai karya ilmiah maupun tugas akhir mahasiswa memiliki potensi untuk dikomersialisasikan melalui RIIM Startup. Ia juga mengingatkan bahwa pengajuan proposal RIIM Kompetisi masih dibuka hingga 31 Juli 2026, sehingga menjadi kesempatan bagi peneliti untuk memperoleh dukungan pendanaan nasional.

Diskusi berlangsung dinamis dengan tingginya antusiasme peserta yang mengajukan berbagai pertanyaan terkait penyusunan proposal, peluang kolaborasi lintas institusi, pemanfaatan laboratorium BRIN, hingga strategi meningkatkan daya saing proposal riset. Forum ini diharapkan menjadi awal lahirnya lebih banyak kolaborasi penelitian, publikasi ilmiah, serta inovasi yang memberikan dampak bagi pembangunan, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....