UNM Latih Guru PAUD Takalar Terapkan Etnomatematika

  • 16 Agt 2026 10:15 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, TAKALAR – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Program Kemitraan Masyarakat (PKM) untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD dalam menerapkan aktivitas etnomatematika sebagai simulasi berpikir komputasi anak usia dini di TK Magfirah, Kecamatan Polombangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan bertajuk “Pelatihan dan Pendampingan Guru PAUD Kabupaten Takalar dalam Mengintegrasikan Aktivitas Etnomatematika sebagai Simulasi Berpikir Komputasi” tersebut diikuti 30 guru TK/PAUD yang tergabung dalam Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia PGRI (IGTKI-PGRI) Kecamatan Polombangkeng Selatan.

Program tersebut bertujuan membantu guru merancang pembelajaran yang dapat menstimulasi kemampuan berpikir komputasi anak usia dini melalui pendekatan etnomatematika yang menggunakan konteks budaya lokal Takalar. Ketua pelaksana Sri Rika Amriani H., S.Pd., M.Pd., mengatakan program tersebut digagas untuk menjawab kesenjangan kompetensi guru PAUD melalui pendampingan yang aplikatif dan berkelanjutan.

“Guru-guru di Polombangkeng Selatan punya semangat dan kebersamaan yang kuat lewat forum IGTKI-PGRI. Namun mereka butuh pendampingan yang aplikatif agar bisa merancang pembelajaran yang menstimulasi cara berpikir anak sejak dini, bukan sekadar mengenalkan angka dan hafalan,” ungkapnya.

Dalam pelatihan tersebut, tim dosen memanfaatkan sejumlah unsur budaya lokal Takalar sebagai konteks pembelajaran. Di antaranya motif seni ukir, corak kain tradisional, dan tradisi Maulid Cikoang yang dikaitkan dengan konsep matematika dan berpikir komputasi.

Tim juga memperkenalkan dua produk pembelajaran, yakni Lembar Kerja Anak (LKA) berbasis computational thinking dalam bentuk cetak dan digital serta kartu budaya Takalar berbasis Augmented Reality (AR). Anggota tim Fadhilah Nur Sa'diyyah, S.Pd., M.Pd., menjelaskan LKA tersebut dirancang dengan konsep bermain sambil belajar.

Materinya mengangkat empat elemen berpikir komputasi, yakni dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma sederhana dengan menggunakan konteks budaya Takalar.

“Kartu budaya AR memungkinkan anak memindai gambar kartu dengan gawai dan melihat visualisasi 3D dari benda-benda budaya, seperti phinisi, gerabah, hingga rumah adat Balla Lompoa. Ini cara memperkenalkan teknologi secara aman dan terbatas sesuai usia anak,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi dan pre-test, pelatihan konsep berpikir komputasi dan etnomatematika, pendampingan penyusunan LKA, serta penggunaan kartu budaya AR. Tim juga melakukan implementasi langsung di satuan PAUD mitra dan pendampingan lanjutan melalui monitoring dan evaluasi.

Program yang didanai melalui skema Program Kemitraan Masyarakat oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Anggaran 2026 tersebut diharapkan dapat berlanjut melalui forum IGTKI-PGRI Kecamatan Polombangkeng Selatan.

Melalui keberlanjutan program tersebut, guru PAUD diharapkan dapat saling berbagi praktik baik dan mengembangkan pembelajaran etnomatematika berbasis berpikir komputasi di satuan PAUD lainnya di Kabupaten Takalar.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....