Istilah Pelaut yang Rutin Digunakan dalam Dunia Pelayaran Maritim
- 13 Jun 2026 11:10 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Istilah kepelautan merupakan bagian penting dalam dunia pelayaran maritim. Istilah-istilah ini digunakan untuk memperlancar komunikasi antara nakhoda, perwira, awak kapal, petugas pelabuhan, hingga otoritas maritim. Keseragaman penggunaan istilah sangat penting karena aktivitas pelayaran melibatkan banyak pihak dari berbagai negara dan latar belakang bahasa. Melansir imo.org untuk mengurangi risiko kesalahpahaman, komunitas maritim internasional menggunakan terminologi yang telah distandardisasi oleh International Maritime Organization melalui Standard Marine Communication Phrases (SMCP).
Dalam operasional kapal, beberapa istilah dasar yang paling sering digunakan adalah bow (haluan), stern (buritan), port side (sisi kiri kapal), dan starboard side (sisi kanan kapal). Istilah ini menjadi acuan utama dalam navigasi dan manuver kapal. Penggunaan istilah tersebut harus konsisten karena arah kiri dan kanan di laut tidak mengikuti sudut pandang individu, melainkan posisi tetap berdasarkan orientasi kapal. Standarisasi ini membantu awak kapal mengambil tindakan secara cepat dan tepat saat berlayar maupun saat bersandar di pelabuhan.
Pada kegiatan navigasi, pelaut juga rutin menggunakan istilah seperti heading, course, bearing, dan position. Heading mengacu pada arah haluan kapal saat itu, sedangkan course merupakan jalur pelayaran yang direncanakan. Bearing digunakan untuk menunjukkan arah suatu objek terhadap kapal, sementara position menunjukkan lokasi kapal berdasarkan koordinat geografis. Penguasaan istilah navigasi sangat penting karena menjadi dasar pengambilan keputusan selama pelayaran, terutama ketika menghadapi lalu lintas kapal yang padat atau kondisi cuaca yang berubah.
Ketika kapal melakukan kegiatan sandar dan bongkar muat, muncul istilah lain seperti berth, mooring, anchorage, dan draft. Berth berarti tempat kapal bersandar di pelabuhan. Mooring merujuk pada proses pengikatan kapal menggunakan tali tambat. Anchorage adalah area tempat kapal berlabuh menggunakan jangkar. Sementara itu, draft menunjukkan kedalaman bagian kapal yang terendam air. Informasi draft sangat penting untuk memastikan kapal dapat melewati alur pelayaran dengan aman tanpa risiko kandas.
Dalam komunikasi keselamatan, pelaut mengenal istilah distress, emergency, abandon ship, danman overboard. Distress digunakan ketika kapal menghadapi bahaya serius yang mengancam keselamatan jiwa. Emergency menunjukkan kondisi darurat yang membutuhkan penanganan segera. Abandon ship adalah perintah meninggalkan kapal, sedangkan man overboard menandakan ada orang yang jatuh ke laut. Istilah-istilah tersebut termasuk bagian dari komunikasi keselamatan internasional yang dirancang agar pesan dapat dipahami secara cepat oleh seluruh pelaut di berbagai negara.
Perkembangan industri pelayaran modern membuat penguasaan istilah kepelautan menjadi kebutuhan utama bagi setiap pelaut profesional. Selain mendukung keselamatan, pemahaman terminologi maritim juga meningkatkan efisiensi kerja di atas kapal dan memperlancar koordinasi antarawak kapal multinasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....