Kemenag Soroti Tata Kelola Pesantren Menjelang Milad X At Thahiriyah Gowa
- 06 Mei 2026 18:01 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Menjelang Milad ke-10 Pondok Pesantren Teknologi At Thahiriyah Gowa, perhatian terhadap kualitas pengelolaan dan kepercayaan publik kembali ditekankan. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, mengingatkan bahwa amanah dari orang tua santri merupakan hal yang tidak boleh diabaikan.
Pesan tersebut disampaikan saat ia menerima audiensi Pembina dan Panitia Milad X Ponpes At Thahiriyah di Kantor Kemenag Sulsel, Rabu 6 Mei 2026. “Pesantren harus menjaga kepercayaan yang telah diberikan. Amanah orang tua adalah tanggung jawab besar yang tidak boleh dikhianati,” ujarnya.
Menurut Ali Yafid, pesantren memiliki posisi penting dalam membentuk karakter generasi muda, tidak hanya dari sisi keilmuan agama, tetapi juga akhlak dan kepribadian. Karena itu, seluruh sistem pendidikan dan pengelolaan harus berjalan secara profesional dan akuntabel.
Ia juga menyoroti pentingnya penataan kelembagaan yang rapi, mulai dari administrasi hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pesantren. Legalitas, lanjutnya, menjadi pintu utama agar pesantren bisa mendapatkan dukungan dan akses program dari pemerintah.
“Ke depan, peluang pesantren untuk berkembang sangat terbuka. Apalagi jika mampu menunjukkan kualitas dan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Pembina Yayasan Ponpes Teknologi At Thahiriyah Gowa, H. Muhammad Qasim, menyampaikan bahwa perjalanan 10 tahun pesantren yang dipimpinnya diwarnai dengan upaya pembangunan bertahap di tengah berbagai keterbatasan. Saat ini, pesantren berdiri di atas lahan sekitar satu hektare, dengan fasilitas yang masih terbatas, termasuk dua unit asrama sederhana yang belum mampu menampung seluruh santri.
“Kami terus berbenah. Meskipun pembangunan dilakukan secara bertahap, semangat untuk maju tidak pernah surut,” katanya.
Dari sisi pembiayaan, operasional pesantren masih ditopang oleh bantuan pemerintah seperti BOP dan BOS, serta dukungan masyarakat melalui infak rutin. Namun, upaya kemandirian mulai dikembangkan melalui unit usaha pesantren.
Beberapa sektor yang digarap antara lain koperasi, budidaya ikan, dan peternakan ayam, yang mendapat dukungan program inkubasi usaha sejak beberapa tahun terakhir.
Dalam rangka menyambut Milad ke-10, Ponpes At Thahiriyah juga menyiapkan berbagai kegiatan, mulai dari forum diskusi pengembangan ekonomi pesantren hingga pekan seni dan pameran karya santri.
Puncak perayaan direncanakan berlangsung pada akhir Mei 2026 dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan. “Kami ingin menjadikan milad ini sebagai titik tolak untuk melangkah lebih jauh, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak,” ujar Muh. Qasim.
Audiensi ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara pesantren dan pemerintah, dalam mendorong penguatan lembaga pendidikan keagamaan yang mandiri, berkualitas, dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....