Sebanyak 46 Perguruan Tinggi Hadiri Forum Wakil Rektor Bidang Akademik di Unhas

  • 18 Sep 2026 12:09 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Universitas Hasanuddin menggelar Forum Wakil Rektor Bidang Akademik Perguruan Tinggi se-Indonesia 2026 untuk mempertemukan para pimpinan perguruan tinggi dalam membahas transformasi tata kelola akademik. Forum yang mengangkat tema “Transformasi Tata Kelola Akademik Perguruan Tinggi: Penguatan Student Success, Tata Kelola Penerimaan Mahasiswa, Kompetensi Lulusan, dan Integritas Seleksi” tersebut berlangsung di Ballroom Unhas Hotel, Kamis 17 September 2026, mulai pukul 09.30 Wita.

Forum ini membahas sejumlah isu strategis dalam pengelolaan akademik perguruan tinggi, khususnya pada perguruan tinggi negeri. Pembahasan mencakup empat agenda utama, yakni Angka Efisiensi Edukasi (AEE) dan student success, proporsi daya tampung SNBP, SNBT, dan Seleksi Mandiri, bobot penilaian dan standar kompetensi lulusan, serta pencegahan dan mitigasi kecurangan dalam proses seleksi mahasiswa.

Ketua Panitia, yang juga Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. Muhammad Ruslin, drg., M.Kes., Ph.D., Sp.B.M.Mf., Subsp.Ortognat.D., menjelaskan dalam laporannya bahwa, forum ini dirancang untuk mempertemukan pengalaman dan perspektif perguruan tinggi dalam merespons berbagai tantangan pengelolaan akademik. Pertukaran pengalaman tersebut diharapkan dapat mengidentifikasi praktik-praktik baik yang relevan untuk dikembangkan secara bersama.

“Forum ini kita rancang untuk memperkuat komunikasi dan konsolidasi antarpimpinan perguruan tinggi, khususnya dalam merespons dinamika pengelolaan akademik. Berbagai isu yang dibahas diharapkan dapat memperkaya perspektif masing-masing perguruan tinggi dalam menyusun dan mengembangkan kebijakan akademik,” jelas Prof. Ruslin.

Prof. Ruslin menyebutkan, sebanyak 75 perguruan tinggi telah terdaftar sebagai peserta forum. Hingga pelaksanaan kegiatan, tercatat 46 perguruan tinggi hadir mengikuti rangkaian pembahasan dan berbagi pengalaman mengenai pengelolaan akademik di institusi masing-masing.

Kegiatan resmi dibuka oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. Dalam sambutannya, Prof. JJ menekankan pentingnya pengambilan kebijakan akademik yang berbasis data dan berorientasi pada hasil di tengah transisi demografi dan kelembagaan perguruan tinggi. Menurutnya, forum tersebut perlu melihat tata kelola akademik secara utuh, mulai dari input mahasiswa hingga kualitas lulusan.

“Di tengah transisi demografi dan kelembagaan ini, perguruan tinggi dituntut merumuskan kebijakan yang berbasis data (data-driven) dan berorientasi hasil (outcome-oriented). Forum ini harus menjadi ruang kalibrasi kebijakan untuk mengevaluasi empat kerangka fundamental, yakni input PMB, proses akademik, luaran riset, dan kualitas lulusan,” jelas Prof. JJ

Dirinya berharap, forum tersebut menghasilkan policy brief dan rekomendasi analitis yang konkret. Rumusan tersebut diharapkan dapat disampaikan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebagai landasan dalam pengembangan kebijakan dan regulasi teknis ke depan.

Selain empat agenda utama, forum juga menyoroti pentingnya penyelarasan pendidikan akademik dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Isu tersebut berkaitan dengan kebutuhan memperkuat relevansi kompetensi lulusan terhadap kebutuhan pasar kerja, termasuk melalui mitigasi kesenjangan kompetensi dan pengembangan kurikulum bersama industri.

Melalui forum tersebut, perguruan tinggi diharapkan dapat membangun kesepahaman mengenai arah transformasi tata kelola akademik sekaligus memperkuat pertukaran praktik baik untuk mendukung keberhasilan studi mahasiswa, kualitas input, kompetensi lulusan, dan integritas proses seleksi.

Usai pembukaan, rangkaian hari pertama dilanjutkan dengan diskusi kelompok yang membahas empat isu utama. Forum berlangsung hingga Sabtu (19/09). Pada Jumat (18/09), agenda dilanjutkan dengan pemaparan hasil FGD terkait AEE dan Student Success, proporsi daya tampung, kompetensi lulusan, serta integritas seleksi PMB, kemudian dirumuskan menjadi rekomendasi nasional untuk penguatan tata kelola akademik perguruan tinggi.

Adapun Perguruan Tinggi yang hadir, yakni :

  1. Universitas Indonesia
  2. Institut Pertanian Bogor
  3. Universitas Negeri Jakarta
  4. Universitas Pendidikan Indonesia
  5. Universitas Sebelas Maret
  6. Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  7. Universitas Trunojoyo Madura
  8. UPN Veteran Jawa Timur
  9. Universitas Palangkaraya
  10. Universitas Diponegoro
  11. Universitas Negeri Semarang
  12. UPN Veteran Jakarta
  13. Universitas Negeri Yogyakarta
  14. Universitas Jember
  15. Universitas Brawijaya
  16. Universitas Jenderal Soedirman
  17. Universitas Tidar
  18. Universitas Malikussaleh
  19. ISBI Aceh
  20. Universitas Negeri Medan
  21. Universitas Maritim Raja Ali Haji
  22. ISI Padang Panjang
  23. ISI Surakarta
  24. Universitas Jambi
  25. Universitas Bengkulu
  26. Universitas Sriwijaya
  27. Universitas Bangka Belitung
  28. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  29. Universitas Singaperbangsa Karawang
  30. Universitas Lambung Mangkurat
  31. Institut Teknologi Kalimantan
  32. Universitas Borneo Tarakan
  33. Universitas Udayana
  34. Universitas Mataram
  35. Universitas Nusa Cendana
  36. Universitas Timor
  37. Universitas Negeri Makassar
  38. Institut Teknologi BJ. Habibie
  39. Universitas Sam Ratulangi
  40. Universitas Tadulako
  41. Universitas Haluoleo
  42. Universitas Sembilan Belas November Kolaka
  43. Universitas Pattimura
  44. Universitas Khairun
  45. Universitas Musamus Merauke
  46. ISBI Tanah Papua.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....