Outdoor Class UNISMUH Makassar Asah Bahasa dan Karakter

  • 20 Apr 2026 15:56 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar — Mahasiswa Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar mengikuti kegiatan outdoor class yang memadukan diskusi interaktif, latihan bahasa Inggris, dan pengembangan diri di Benteng Fort Rotterdam, Ahad, 19 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari inovasi pembelajaran yang mendorong mahasiswa aktif belajar di luar ruang kelas formal.

Kegiatan yang digelar bekerja sama dengan Benteng Panynyua English Club tersebut mengangkat tema “The Importance of Setting Boundaries in Life”. Tema ini dipilih untuk mengajak peserta memahami pentingnya menetapkan batasan dalam kehidupan personal maupun profesional, terutama dalam menghadapi dinamika sosial yang semakin kompleks.

Bertempat di salah satu situs bersejarah di Kota Makassar, kegiatan ini dirancang sebagai ruang belajar alternatif yang lebih terbuka dan interaktif. Suasana lingkungan yang segar dan bernilai historis memberikan pengalaman berbeda bagi peserta untuk mengasah kemampuan komunikasi dalam bahasa Inggris sekaligus memperluas wawasan sosial.

Peserta yang terlibat berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari santri, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Keberagaman tersebut membuat diskusi berlangsung dinamis karena setiap peserta membawa pengalaman dan sudut pandang berbeda terkait makna, manfaat, serta cara menerapkan batasan diri dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi perkenalan dan pemanasan untuk membangun kedekatan antarpeserta. Panitia kemudian menghadirkan permainan edukatif atau ice breaking guna mencairkan suasana dan mendorong kepercayaan diri peserta dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.

Pada sesi inti, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok diskusi terfokus. Mereka membahas pentingnya menjaga kesehatan mental melalui penerapan batasan diri, tantangan budaya dan sosial yang dihadapi, serta strategi komunikasi asertif tanpa merusak hubungan antarindividu dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini dibimbing oleh dosen pengampu Safri Haliding serta didampingi M. Yusuf Saleh. Kehadiran pembimbing memberikan arah agar pembahasan tetap tajam, terstruktur, dan memiliki landasan akademik yang kuat, sehingga diskusi tidak hanya bersifat praktis tetapi juga ilmiah.

Setelah jeda istirahat, setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi dalam sesi berbagi. Pada kesempatan itu, Safri Haliding menegaskan bahwa kemampuan bahasa Inggris penting untuk diasah dalam konteks nyata, baik di lingkungan kampus maupun di dunia kerja yang semakin kompetitif.

Salah seorang peserta, Realy Mutiara Awalia, menilai kegiatan tersebut memberi manfaat besar bagi mahasiswa. “Kegiatan ini berjalan sangat baik dan memberi manfaat besar bagi mahasiswa. Kami mendapat kesempatan memperluas jaringan, termasuk bertukar kontak dengan pemateri. Sesi tukar pendapat juga sangat efektif dalam mengasah kemampuan beropini, khususnya dalam bahasa Inggris. Jika ada program serupa pada masa mendatang, saya pasti akan ikut kembali,” ujarnya.

Pada akhir kegiatan, peserta mendapatkan sesi motivasi untuk menumbuhkan rasa percaya diri. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional serta kemampuan berkomunikasi yang inklusif di tengah masyarakat yang beragam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....