Anies ke Makassar, Gerakan Rakyat Sulsel Perkuat Konsolidasi 2029

  • 19 Sep 2026 20:42 WIB
  •  Makassar

RRI. CO. ID, MAKASSAR - Kunjungan Anies Rasyid Baswedan ke Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (19/9/2026), menjadi momentum bagi jaringan Gerakan Rakyat dan Partai Gerakan Rakyat (PGR) untuk memperkuat konsolidasi organisasi menuju Pemilu 2029. Anies menghadiri silaturahmi bersama pengurus, kader, relawan, dan simpatisan Gerakan Rakyat.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga meresmikan penggunaan kantor Sekretariat DPD Partai Gerakan Rakyat Kota Makassar di kawasan Paropo, Kecamatan Panakkukang. Pertemuan itu mempertemukan kembali sejumlah relawan yang sebelumnya tergabung dalam jaringan pendukung Anies pada Pilpres 2024.

Jaringan tersebut kini dikembangkan menjadi organisasi politik melalui Partai Gerakan Rakyat. Namun, Anies tidak secara khusus membahas pencalonan dirinya pada Pemilu 2029.

Ia justru menekankan pentingnya memperluas jangkauan Gerakan Rakyat dan meningkatkan kontribusi sosial bagi masyarakat. “Saya sampaikan terima kasih teman-teman di Gerakan Rakyat yang sudah memfasilitasi sehingga niat-niat baik untuk kemasyarakatan ada wadahnya,” kata Anies.

Ia juga berpesan agar Gerakan Rakyat menjaga kerukunan dan membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat. “Menjaga kerukunan, menjangkau semua karena kita berharap gerakan perubahan makin hari makin bisa menjangkau semuanya,” ujarnya.

Anies berharap organisasi tersebut tidak hanya menjalankan aktivitas internal, tetapi turut membantu meringankan persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. “Sedang banyak masalah sosial hari ini dan saya berharap teman-teman di ormas Gerakan Rakyat bisa berbuat lebih banyak lagi supaya meringankan beban masyarakat,” tuturnya.

Ketua DPW Partai Gerakan Rakyat Sulsel, Asri Tadda, mengatakan proses pembentukan struktur organisasi terus berjalan. Menurutnya, basis awal PGR berasal dari simpul-simpul relawan yang terlibat dalam Pilpres 2024.

“Basis dari Gerakan Rakyat itu ya elemen relawan sejak Pilpres 2024. Nah, itu kemudian yang kita bangun komunikasi, mencoba memasukkan dalam struktur,” kata Asri.

Ia menyebut administrasi kepengurusan PGR di Sulsel telah mencakup 18 DPD kabupaten/kota. Sejumlah daerah, seperti Toraja, Toraja Utara, Luwu Utara, Enrekang, dan Selayar, masih dalam proses penyelesaian.

Di Kota Makassar, struktur DPC disebut telah terbentuk di seluruh kecamatan. Organisasi tersebut menargetkan pembentukan struktur hingga tingkat kelurahan atau DPRt.

Ketua DPD PGR Kota Makassar, Firdaus Malie, menyambut kedatangan Anies sebagai momentum untuk menghidupkan kembali semangat relawan yang terbentuk sejak Pilpres 2024. “Kami rindu Abah. Kami kuat karena Abah. Selama ini kami menantikan Abah hadir langsung di sini, menyegarkan kembali semangat kami untuk mewujudkan perubahan dan perbaikan bangsa. Alhamdulillah, hari ini terwujud,” ujarnya.

Di tengah konsolidasi organisasi, PGR Sulsel secara terbuka menyatakan masih mendorong Anies Baswedan untuk maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2029. Asri mengatakan, dorongan tersebut merupakan kelanjutan dari basis perjuangan yang terbentuk sejak Pilpres 2024.

“Semangatnya sama. Kita mau partai ini, organisasi ini menjadi kendaraan politik buat Pak Anies bisa menjadi the next president,” kata Asri.

Ia menjelaskan, posisi Anies dalam struktur partai masih menunggu proses resmi organisasi. Sementara itu, dalam organisasi kemasyarakatan Gerakan Rakyat, Anies tercatat sebagai anggota kehormatan.

Menurut Asri, keputusan mengenai arah politik partai, termasuk pencalonan presiden, akan dibahas melalui forum resmi setelah proses administrasi dan legalitas partai selesai. PGR berencana menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) setelah memperoleh status badan hukum. Forum tersebut akan membahas arah politik partai, termasuk kemungkinan pengusungan calon presiden.

Selain konsolidasi politik, Asri mengatakan PGR ingin membangun model partai yang mengedepankan keterbukaan, transparansi, dan gotong royong. “Ini partai gotong royong, murni dari rakyat dan elemen relawan. Partai ini dibangun dengan standar dan aturan baru yang transparan,” ujarnya.

Ia menyebut pengurus pusat PGR berkomitmen membuka laporan keuangan secara berkala melalui kanal digital partai. Langkah tersebut, kata dia, menjadi bagian dari upaya membangun organisasi yang tidak bergantung pada kepentingan kelompok tertentu.

“Kami ingin membangun model partai yang benar-benar dimiliki rakyat, bukan oligarki,” tegasnya.

Asri juga menyampaikan bahwa jaringan PGR di Sulsel telah mendapat respons masyarakat. Jumlah anggota yang bergabung disebut mencapai ribuan, meski pendataan masih berlangsung.

Ia mengingatkan bahwa jumlah pendukung Anies pada Pilpres 2024 tidak dapat secara otomatis disamakan dengan jumlah anggota Partai Gerakan Rakyat. Asri mengatakan PGR Sulsel tengah mengarahkan konsolidasi organisasi untuk membangun jaringan politik di berbagai tingkatan, mulai dari DPR RI, DPRD provinsi hingga DPRD kabupaten/kota.

“Target utama kita tentu memenangkan Pak Anies dan mengisi slot kursi di DPR RI, DPRD Provinsi, hingga DPRD Kabupaten/Kota, serta melahirkan kepala-kepala daerah dari kader terbaik,” kata Asri.

Namun, agenda tersebut masih bergantung pada proses pembentukan partai dan pemenuhan persyaratan untuk mengikuti Pemilu 2029. Di tingkat nasional, PGR masih menyelesaikan struktur organisasi serta proses administrasi menuju legalitas partai.

Sementara di Sulsel, situs resmi PGR menyebut organisasi tersebut telah memiliki struktur pada 18 DPD kabupaten/kota dan 110 DPC tingkat kecamatan. Di sisi lain, Anies mengingatkan agar Gerakan Rakyat tidak hanya berorientasi pada aktivitas politik.

Ia berharap organisasi tersebut tetap menjadi wadah masyarakat untuk menjalankan kegiatan yang memberi manfaat langsung. “Saya melihat masyarakat Sulawesi Selatan itu tangguh dan ingin melakukan perubahan,” katanya.

Pesan tersebut kemudian diteruskan Asri kepada jajaran pengurus dan simpatisan Gerakan Rakyat. “Pesan khusus dari Pak Anies yaitu rangkul sebanyak mungkin, jangkau seluas mungkin, dan tetap rukun. Ikhtiar untuk merubah bangsa ini harus melibatkan banyak orang. Tidak ada yang sempurna di antara kita, jadi harus saling menyempurnakan,” ujar Asri.

Dengan demikian, konsolidasi Gerakan Rakyat di Sulsel tidak hanya diarahkan pada pembentukan struktur partai, tetapi juga pada upaya mempertahankan jaringan sosial yang telah terbentuk sejak Pilpres 2024.

Bagi PGR Sulsel, kunjungan Anies menjadi momentum memperkuat organisasi dan menyegarkan kembali jaringan relawan. Sementara pesan Anies menekankan bahwa gerakan perubahan perlu diwujudkan melalui keterlibatan sosial dan jangkauan masyarakat yang lebih luas.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....