Srikandi DPRD Makassar Rezeki Nur Kawal Kuota Afirmasi SPMB Makassar
- 22 Mei 2026 14:15 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi PKS, Rezeki Nur, menggelar reses ketiga masa persidangan ketiga tahun sidang 2025/2026 di Kelurahan Mannuruki, Jalan Mannuruki 2 Lorong 1 Nomor 38, Kamis (21/5/2026). Dalam kegiatan tersebut, Rezeki Nur menyerap berbagai aspirasi masyarakat mulai dari persoalan geng motor, kenakalan remaja hingga Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dan kuota jalur afirmasi bagi warga kurang mampu.
Dalam sambutannya, ia menyoroti maraknya aksi geng motor yang dinilai meresahkan masyarakat dan meminta orang tua lebih aktif mengawasi anak-anak mereka. “Jangan sampai anak kita menjadi pelaku ataupun korban. Kalau anak belum pulang sampai jam 9 malam, segera ditelepon dan dicari. Jangan nanti dijemput di kantor kamtibmas baru kita menyesal. Mari sama-sama kita jaga anak ta,” ujar Rezeki Nur.
Menurutnya, pengawasan terhadap anak membutuhkan kerja sama antara keluarga dan lingkungan agar anak tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif. “Orang tua harus selalu membersamai anak-anaknya agar tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif,” tambahnya.
Selain itu, Rezeki Nur juga mengingatkan masyarakat terkait pembukaan penerimaan murid baru tingkat SD dan SMP di Kota Makassar melalui beberapa jalur seperti domisili, afirmasi, perpindahan orang tua, dan prestasi. Ia menegaskan pemerintah berupaya agar tidak ada anak usia sekolah yang putus pendidikan hanya karena persoalan kuota sekolah.
“Kami berharap tidak ada anak usia sekolah yang tidak bersekolah. Memang pemerintah tidak bisa menjamin semua masuk di sekolah terdekat karena kuota terbatas,” katanya.
Ia meminta masyarakat segera melapor jika ada anak yang tidak tertampung di sekolah tujuan agar dapat dibantu mencari sekolah alternatif yang lokasinya tidak terlalu jauh dari tempat tinggal. Dalam kesempatan itu, Rezeki Nur juga menyampaikan bahwa anak-anak putus sekolah masih memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan melalui program paket kesetaraan.
“Kalau ada anak yang sudah lama tidak sekolah atau tidak tamat SD dan ingin mengikuti paket kesetaraan, silakan sampaikan ke kami. Untuk usia di bawah 21 tahun programnya gratis,” jelasnya.
Pada sesi dialog, warga turut menyampaikan aspirasi terkait kuota jalur afirmasi yang dinilai masih terlalu sedikit bagi masyarakat kurang mampu. Menanggapi hal tersebut, Rezeki Nur menjelaskan jalur afirmasi memang diperuntukkan bagi masyarakat kategori desil 2 dan desil 3 sesuai ketentuan pemerintah.
“Tahun ini sistemnya lebih terbuka. Orang tua bisa memantau langsung jarak rumah dengan sekolah dan melihat apakah benar siswa yang lulus sesuai zonasi atau domisilinya,” tuturnya. Selain persoalan pendidikan, warga juga mengeluhkan kondisi lampu jalan yang tidak berfungsi dan meminta perhatian pemerintah kota untuk segera melakukan perbaikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....