Komisi E DPRD Sulsel Soroti Kebersihan RSUD Labuang Baji

  • 10 Apr 2026 18:56 WIB
  •  Makassar

RRI.CO ID, Makassar - Komisi E DPRD Sulawesi Selatan menyoroti peningkatan pelayanan rumah sakit, khususnya aspek kebersihan, dalam rapat kerja pembahasan LKPJ Gubernur Sulsel Tahun Anggaran 2025, Kamis 9 April 2026. Rapat tersebut menghadirkan Dinas Kesehatan Sulsel, para direktur rumah sakit milik pemerintah, serta sejumlah perangkat daerah terkait untuk mengevaluasi capaian sektor kesehatan.

Anggota Komisi E dari Fraksi Gerindra, Vonny Ameliani Suardi, secara khusus menyoroti kondisi kebersihan RSUD Labuang Baji yang dinilai belum optimal. “Kami meminta rumah sakit benar-benar mengutamakan kenyamanan pasien. Salah satunya dengan menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Vonny dalam rapat.

Ia mengaku pernah melihat langsung kondisi rumah sakit tersebut dan menemukan bagian plafon yang terlihat kotor serta berjamur. Menurutnya, kondisi tersebut harus segera menjadi perhatian manajemen.

“Ini menjadi catatan khusus. Kebersihannya harus ditingkatkan, karena sangat memengaruhi kenyamanan pasien,” tegasnya.

Vonny juga menyoroti pentingnya optimalisasi anggaran pemeliharaan yang telah dialokasikan. Ia menilai anggaran tersebut harus dimanfaatkan maksimal untuk perbaikan fasilitas, termasuk penggunaan material seperti cat anti-lumut.

“Anggaran pemeliharaan harus dimaksimalkan. Hal-hal sederhana seperti ini berdampak besar bagi kenyamanan pasien,” tambahnya.

Hal senada disampaikan anggota Komisi E dari Fraksi PKS, Yeni Rahman. Ia menilai persoalan kebersihan memang terlihat sepele, namun sangat berpengaruh terhadap kualitas layanan.

“Suka tidak suka, dari segi kebersihan ini sangat jauh dari harapan. Padahal standar semua rumah sakit seharusnya sama,” ujarnya.

Yeni juga menyoroti minimnya petunjuk arah di dalam rumah sakit yang dinilai membingungkan pengunjung, terutama bagi masyarakat yang enggan atau kesulitan bertanya. Selain itu, ia mengkritisi komposisi tenaga kesehatan yang dianggap belum seimbang dengan beban layanan.

“Tidak semestinya nakes hanya dua tetapi menangani lima poli sekaligus,” ucapnya.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dokter kepada pasien dan keluarga agar tidak terkesan terburu-buru. Komisi E berharap manajemen rumah sakit segera melakukan pembenahan demi meningkatkan kenyamanan dan profesionalitas layanan kesehatan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....