Manasik Haji Akbar 2026 Bakal Ramaikan Makassar, Hadirkan 200 Tenant UMKM

  • 16 Sep 2026 19:29 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Kota Makassar, Sulawesi Selatan, bersiap menjadi salah satu daerah yang masuk dalam rangkaian Manasik Haji Akbar Expo UMKM dan Ekosistem Haji dan Umrah 2026. Kegiatan yang direncanakan berlangsung selama dua hari pada awal Oktober tersebut diproyeksikan menghadirkan sekitar 200 tenant dari berbagai daerah.

Plt Kepala Bidang Pengendalian Haji dan Fasilitasi Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sulsel, H. Slamat Mustafa, mengatakan peserta expo tidak hanya berasal dari Sulawesi Selatan. “Targetnya sekitar 200 tenant, termasuk dari luar Sulsel,” ujar Slamat saat ditemui di Makassar, Rabu 16 September 2026.

Konsep expo akan diarahkan pada pelaku usaha yang produknya berkaitan langsung dengan kebutuhan jemaah haji dan umrah. Produk yang disiapkan antara lain sajadah, tasbih, mukena dan songkok, sementara penyelenggara perjalanan ibadah umrah juga akan menjadi bagian dari tenant yang dilibatkan.

“Tenant yang dilibatkan adalah yang bersentuhan dengan ekosistem haji, seperti produsen sajadah, tasbih, mukena, songkok, dan lainnya, termasuk travel,” kata Slamat. Keterlibatan berbagai jenis usaha tersebut diharapkan membuat Manasik Haji Akbar tidak hanya menjadi agenda pembekalan jemaah, tetapi juga ruang pertemuan antara pelaku usaha dan pasar.

Selain pameran produk UMKM, rangkaian kegiatan di Makassar juga direncanakan menghadirkan Sai Run. Kegiatan olahraga tersebut disebut akan dipusatkan di Lapangan Karebosi, namun pelaksanaannya masih menunggu arahan dari Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.

Slamat mengatakan waktu pelaksanaan di Makassar belum dapat dipastikan karena masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat. “Jadwal pasti pelaksanaan kegiatan tersebut masih menunggu petunjuk dari Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia,” ujarnya.

Sebelum digelar di Makassar, Kota Madiun direncanakan menjadi daerah pertama yang menyelenggarakan rangkaian Expo UMKM dan Ekosistem Haji dan Umrah tersebut. Agenda itu akan berjalan bersamaan dengan Kick Off Manasik Haji Akbar 2026 yang ditargetkan berlangsung pada akhir September.

Kick Off Manasik Haji Akbar secara nasional menjadi bagian dari persiapan calon jemaah yang akan melaksanakan ibadah haji pada 1448 Hijriah atau 2027 Masehi. “Kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk mempersiapkan jemaah yang akan menunaikan ibadah haji pada 1448 H/2027 M,” demikian tujuan yang disampaikan dalam rangkaian agenda tersebut.

Manasik Haji Akbar tidak hanya ditujukan bagi calon jemaah haji. Masyarakat umum juga dapat mengikuti kegiatan tersebut untuk mendapatkan pengetahuan mengenai tata cara pelaksanaan ibadah haji. Secara nasional, Kick Off Manasik Haji Akbar ditargetkan diikuti sekitar 15 ribu jemaah secara langsung. Sementara peserta yang mengikuti kegiatan melalui jaringan daring ditargetkan mencapai sekitar 150 ribu jemaah dari berbagai wilayah Indonesia.

Bagi pelaku UMKM, agenda expo tersebut juga membuka peluang untuk memperluas pasar produk yang selama ini berkaitan dengan kebutuhan haji dan umrah. Slamat mengatakan produk yang masuk dalam ekosistem tersebut perlu didorong agar tidak hanya berputar di pasar lokal.

“Produk yang memiliki kualitas dan daya saing diharapkan mampu berkembang ke tingkat nasional hingga menembus pasar internasional,” tandasnya. Harapan tersebut sekaligus menjadi arah pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah agar dapat memberikan ruang lebih besar bagi produk UMKM.

Pembahasan mengenai pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah sebelumnya juga dilakukan Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Focus Group Discussion atau FGD. Kegiatan tersebut digelar di Hotel Horison Makassar belum lama ini dan menghadirkan sejumlah pemateri dari instansi terkait.

Di antaranya Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan Ir Nining Wahyuni, ST, MT, serta Kepala Asrama Haji Kelas I Makassar yang diwakili Syafaruddin. “Pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah menjadi bagian dari pembahasan dalam FGD,” demikian fokus kegiatan yang digelar untuk memperkuat keterlibatan berbagai pihak tersebut.

Dengan rencana kehadiran sekitar 200 tenant, Manasik Haji Akbar di Makassar nantinya tidak hanya menjadi agenda yang berkaitan dengan persiapan ibadah. Expo tersebut juga berpotensi mempertemukan calon jemaah, masyarakat, pelaku UMKM dan penyelenggara perjalanan umrah dalam satu ekosistem kegiatan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....