Kisah Mannang, 34 Tahun Memanggul Tas Tamu Allah Menanti Keajaiban Undangan Haji

  • 19 Mei 2026 10:06 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Pelaksanaan ibadah haji selalu menyisakan kisah kemanusiaan yang menyentuh hati di pemberangkatan Calon Jemaah Haji (CJH). Di tengah ribuan jemaah calon haji yang memadati Asrama Haji Embarkasi Makassar, tampak seorang pria paruh baya dengan rompi merah dan topi khasnya tetap sigap membantu mengangkat barang bawaan jemaah.

Pria tersebut bukan lain adalah Mannang, seorang porter senior yang telah mendedikasikan sebagian besar umurnya untuk melayani para tamu Allah. Menjadi bagian dari kelancaran prosesi haji di Makassar bukanlah waktu yang singkat bagi seorang Mannang.

Ia tercatat sudah memeras keringat di tempat ini sejak puluhan tahun lalu, menyaksikan perubahan musim haji dari generasi ke generasi. "Saya sudah bekerja selama 34 tahun sebagai porter di Asrama Haji Makassar ini," kata Mannang saat ditemui RRI di sela-sela aktivitasnya mengangkut barang jemaah, Selasa 19 Mein 2026.

Meski sudah puluhan tahun membantu para jemaah haji berangkat ke tanah suci, pria yang ramah ini mengaku dirinya sendiri belum mendapatkan kesempatan untuk menunaikan rukun Islam kelima tersebut. Namun, hal itu tidak membuatnya berkecil hati, melainkan justru memicu harapan positif agar suatu saat nanti keajaiban itu datang menghampirinya.

"Saya sendiri belum pergi haji, tapi oh insya Allah semoga ada panggilan (ke tanah suci) nanti, amin," ucap Mannang saat ditanya oleh RRI.

Bertahan selama lebih dari tiga dekade dalam pekerjaan fisik, tentu membutuhkan ketahanan mental dan spiritual yang kuat. Ketika ditanya mengenai rahasia konsistensinya bekerja sebagai porter di Asrama Haji Makassar, Mannang menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik serta ketulusan dalam bekerja.

"Mungkin rahasianya adalah masalah kepercayaan dan bagaimana dedikasi kita bekerja, yaitu dilakukan dengan ikhlas dan juga sambil beramal," tuturnya.

Selama 34 tahun mengabdi, suka dan duka tentu telah dilewatinya, terutama mengenai pemenuhan kebutuhan ekonomi dari upah sebagai porter. Mannang mengaku bersyukur karena urusan pendapatan atau gaji yang ia terima selama ini selalu berjalan dengan baik, sebanding dengan rasa cintanya terhadap profesi ini.

"Alhamdulillah gaji itu lancar-lancar saja, dan memang kita suka di sini bekerja untuk membantu teman-teman jemaah," ungkap Mannang.

Pekerjaan porter asrama haji menuntut kerja sama tim yang solid karena volume barang bawaan jemaah yang datang bisa mencapai ribuan dalam satu kloter. Mannang menjelaskan bahwa, mengoordinasikan seluruh anggota porter di lapangan bukanlah hal yang rumit jika dasar hubungan antarkerja dibangun dengan rasa kebersamaan.

"Saya rasa mengurus itu gampang-gampang saja, tidak ada yang susah pak. Yang penting itu adalah kekompakan yang berasaskan kekeluargaan di antara kami," beber dia.

Memasuki musim haji 1447 Hijriah atau tahun 2026 ini, Mannang memiliki harapan besar terhadap performa pelayanan rekan-rekan sesama porter di Asrama Haji Makassar. "Harapan saya, lebih ditingkatkan lagi kedisiplinan teman-teman agar operasional lancar terus dalam menerima tamu-tamu malam dan melayani mereka," ujarnya.

Di balik dedikasinya yang luar biasa di asrama haji, Mannang kini bisa sedikit bernapas lega mengenai masa depan keluarganya setelah ia sendiri purnatugas sebagai karyawan. Ia merasa sangat bersyukur karena salah satu anaknya kini telah berhasil melanjutkan tongkat estafet pengabdian di lingkungan yang sama dengan status yang lebih mapan.

"Anak saya satu, dan syukur alhamdulillah dia sudah masuk juga sebagai P3K di Kemenag. Saya dulu pernah juga jadi karyawan di sini, tapi empat tahun yang lalu sudah pensiun, jadi ini merupakan kesyukuran," pungkas Mannang mengakhiri sesi wawancara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....