Tak Mandi Tiga Hari, Jemaah Haji Ini Ceritakan Suka Duka Berhaji
- 03 Jun 2026 17:18 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Suasana haru dan penuh kegembiraan mewarnai kepulangan jemaah haji kelompok terbang asal Kabupaten Sidrap di Embarkasi Makassar. Salah satu cerita menarik dari Trisnayanti Putri, jemaah haji muda berusia 26 tahun yang membagikan berbagai kisah unik dan sukacitanya selama beribadah di Tanah Suci.
"Kalau sukanya ya alhamdulillah tambah banyak orang tua," ungkap Trisnayanti sembari tersenyum kepada rri.co.id Selasa, 3 Juni 2026.
Ia menjelaskan, meski demikian, perjalanan ibadah haji tidak lepas dari tantangan fisik yang menguji ketahanan dan kesabaran para jemaah. "Kalau dukanya sih ya paling berdosa, dosakan di mobil sama kloter lain, berdesak-desakan di terminal. Jalan kaki tapi alhamdulillah disyukuri," kenangnya.
Diungkapkan, tantangan terbesar yang dirasakannya saat memasuki fase puncak haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Dinamika fasilitas di tempat mabit dan antrean panjang di toilet menuntut tingkat kesabaran yang luar biasa dari para tamu Allah.
"Eh paling yang di Armuzna, Armuzna kan kebetulan enggak mandi tiga hari, berdesak-desakan sama orang, antri-antri WC lah. Betul-betul diuji kesabarannya pas di situ," ungkapnya.
Trisnayanti mengaku sangat menikmati perbedaan budaya, terutama terkait dengan menu makanan harian yang disajikan bagi para jemaah Indonesia di sana. "Paling makanan, makanan di sini beda sama makanan di sana, lebih ke rempah, enggak ada yang pedas-pedas," tutur dia.
Trisnayanti bercerita bahwa, dirinya berkesempatan mengunjungi Kota Madinah untuk berziarah di Masjid Nabawi, yang diisinya dengan berbagai aktivitas keagamaan sekaligus rekreasi ringan. "Alhamdulillah sempat di Madinah, kalau di Makkah jarang jalan, dan paling belanja ha ha ha," candanya sambil tertawa.
Ia juga menyiapkan oleh-oleh yang terbilang unik dan berbeda dari jemaah pada umumnya untuk dibawa pulang ke kampung halaman guna dibagikan kepada sanak saudara. "Oleh-oleh ini, oleh-oleh unta, boneka unta, paling dompet-dompet untuk dibagi-bagikan, cokelat-cokelat juga ada beberapa," kata dia.
Di akhir wawancara, jemaah yang berangkat haji di usia muda ini membagikan doa terbaik yang terus ia panjatkan secara khusus di tempat-tempat mustajab sepanjang perjalanannya yang begitu membekas di hati tersebut. "Doanya yang khususnya untuk ke-2 orang tua alhamdulillah telah memberangkatkan saya haji di usia 26 tahun, semoga keluarga semuanya dapat menginjakkan juga kakinya ke tanah suci, dan doa untuk diri sendiri jodoh semuanya lancar," pungkas Trisnayanti.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....