Detik-Detik Keberangkatan, Jemaah Haji Asal Mamuju Wafat di Makassar

  • 06 Mei 2026 17:46 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar kembali menyampaikan kabar duka di tengah proses pemberangkatan jemaah ke Tanah Suci. Seorang calon jemaah haji asal Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, dilaporkan wafat saat menjalani tahapan keberangkatan di Asrama Haji Sudiang.

Ketua PPIH Embarkasi Makassar, H. Ikbal Ismail, menyebutkan jemaah tersebut bernama Syamsudin P. Laoneng (56), yang tergabung dalam Kloter 19. “Atas nama PPIH Embarkasi Makassar, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga almarhum husnul khatimah,” ujar Ikbal, Rabu 6 April 2026.

Ia menjelaskan, saat tiba di asrama haji, kondisi almarhum terpantau stabil dan telah dinyatakan memenuhi syarat untuk diberangkatkan. Namun, situasi berubah setelah yang bersangkutan beristirahat.

“Dalam pemeriksaan lanjutan, kondisi beliau menurun sehingga harus segera dirujuk ke RS Wahidin untuk mendapatkan penanganan medis,” ungkapnya.

Setelah menjalani perawatan intensif selama kurang lebih tujuh jam, almarhum dinyatakan wafat pada pukul 22.00 Wita. Tim medis menyebutkan, sesak napas menjadi salah satu faktor yang dialami sebelum almarhum menghembuskan napas terakhir.

PPIH memastikan, keluarga almarhum setia mendampingi sejak proses awal hingga pemulangan jenazah ke daerah asal. “Alhamdulillah, keluarga turut mendampingi. Saat ini jenazah telah dipulangkan ke Mamuju untuk dimakamkan,” tambah Ikbal.

PPIH Embarkasi Makassar juga menyampaikan doa dan harapan agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. “Kami berharap keluarga diberi kekuatan dan keikhlasan. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ucapnya.

Dengan kejadian ini, jumlah jemaah wafat di Embarkasi Makassar tercatat dua orang. Sebelumnya, jemaah Kloter 5 asal Kabupaten Gowa, Nursaidah Sinrang Sijarra (59), wafat di Madinah akibat komplikasi diabetes.

Di sisi lain, hingga Kloter 20, total jemaah yang telah diberangkatkan melalui Embarkasi Makassar mencapai 7.849 orang.

Terkait kursi kosong akibat jemaah wafat atau tertunda, PPIH mencatat terdapat 11 open seat. Namun, sebagian di antaranya telah dimanfaatkan untuk memberangkatkan jemaah yang sebelumnya tertunda. “Beberapa jemaah yang sempat tertunda sudah diberangkatkan, termasuk dari Kloter 15,” jelasnya.

Ikbal menegaskan, kebijakan pengisian kursi kosong akan terus dilakukan bagi jemaah yang telah memenuhi syarat kesehatan.

“Selama dinyatakan laik terbang, mereka akan diprioritaskan untuk mengisi kursi kosong di kloter berikutnya,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....