Jemaah Haji Bone Terbagi Delapan Kloter di Embarkasi Makassar Kemenhaj Sulsel --Seb

  • 22 Apr 2026 14:31 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Maros - RRI.CO.ID, Maros - Sebanyak 387 jemaah haji asal Kabupaten Bone tiba di Asrama Haji Sudiang, Makassar pada Rabu, 22 April 2026. Kedatangan jemaah haji tersebut menandai dimulainya rangkaian keberangkatan menuju Tanah Suci bagi ribuan calon tamu Allah dari daerah tersebut.

Kehadiran mereka sebagai bagian dari Kloter 3 Embarkasi Makassar bukan sekadar awal perjalanan fisik, tetapi juga menjadi simbol penantian panjang yang akhirnya terjawab. Kabupaten Bone dikenal memiliki masa tunggu haji yang cukup lama, sehingga keberangkatan tahun ini mencerminkan akumulasi harapan yang telah dipupuk bertahun-tahun.

Kakanwil Kementerian Haji Sulawesi Selatas, H.Iqbal Ismail megatakan sebagai keseluruhan, sebanyak 2.023 jemaah haji asal Bone akan diberangkatkan dalam delapan kelompok terbang (kloter). Pembagian ini menunjukkan skala besar partisipasi masyarakat sekaligus tingginya antusiasme dalam menunaikan rukun Islam kelima.

"Proses di Asrama Haji Sudiang menjadi fase penting sebelum keberangkatan. Melalui sistem layanan terpadu one stop service, seluruh kebutuhan jemaah dipenuhi dalam satu alur, mulai dari pemeriksaan kesehatan, penyelesaian administrasi, hingga pembagian living cost dan dokumen perjalanan. Sistem ini dirancang untuk memastikan kesiapan menyeluruh, baik fisik maupun administratif," ungkapnya Iqbal Ismail, Selasa, 22 April 2026.

Iqbal menyebut Pemberangkatan jemaah dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama menuju Madinah, sementara gelombang kedua melalui Jeddah.

" Skema ini tidak hanya mengatur arus keberangkatan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pelayanan agar jemaah dapat menjalani rangkaian ibadah dengan lebih tertib dan nyaman," ucap Iqbal.

Di balik angka-angka tersebut, terdapat perhatian khusus terhadap jemaah lanjut usia yang juga ikut dalam rombongan. Kebijakan prioritas bagi lansia mencerminkan komitmen pemerintah dalam memberikan kesempatan yang adil, sekaligus memastikan mereka mendapatkan pendampingan maksimal selama menjalankan ibadah.

Peningkatan jumlah jemaah dibanding tahun sebelumnya turut menjadi indikator bertambahnya kuota sekaligus meningkatnya kesiapan penyelenggaraan haji. Dengan dukungan lintas sektor, pemerintah berupaya menghadirkan layanan yang tidak hanya efisien, tetapi juga humanis, demi menjaga kekhusyukan dan keselamatan jemaah sejak di tanah air hingga di Tanah Suci.

Perjalanan ini pada akhirnya bukan hanya perpindahan dari satu tempat ke tempat lain, melainkan perjalanan spiritual yang sarat makna membawa harapan, doa, dan tekad untuk meraih haji yang mabrur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....