Marak Aksi Perang Kelompok, Masyarakat Desak Aktifkan Jam Malam

  • 02 Agt 2026 09:25 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Sejumlah warga Kota Makassar mendesak sejumlah pihak meliput penegak hukum, tokoh agama dan masyarakat serta Pemerintah Kota mengaktifkan jam malam. Salah satu warga Kota Makassar Daeng Limpo mengungkapkan, alasan pengaktifan tersebut dikarenakan maraknya kembali aksi peperangan antar kelompok menggunakan senjata tajam.

“Tentu kami mendesak semua pihak terlibat agar aktifkan kembali jam malam karena beberapa kejadian terjadi aksi saling serang antar kelompok menggunakan busur (Anak Panah,red) di jalan-jalan,” terang Daeng Limpo kepada rri.co.id para program acara Bari’basa Pro 4 Makassar Minggu, 2 Agustus 2026.

Menurut Dg. Limpo, jika kejadian tersebut tidak mendapat perhatian dari penegak hukum, pemerintah dan para tokoh, maka akan berdampak buruk. Ia menyebutkan, dampak yang timbul yaitu warga akan menjadi korban salah sasaran, kondusifitas keamanan kota terganggu dan image atau citra kota yang buruk. “Kalau dibiarkan ini, pasti orang lain diluar sulsel akan enggan ke Makassar karena tidak aman,” ujar dia.

Hal senada juga disampaikan Indah salah satu warga Kota Makassar yang menilai kondisi perang antar kelompok ini tak mengenal waktu. “Bukan saja malam hari, subuh hari saja banyak ma busur-busur. Setiap lorong pasti ada yang jaga-jaga menyerang kalau ada kelompok lain datang menyerang,” kata Indah.

Indah menegaskan, langkah pencegahan agar tidak adanya perang kelompok ini yaitu bagaimana cara orang tua anak dapat mendidik anaknya. Pasalnya, sebagian besar pelaku perang kelompok itu merupakan anak remaja umur belasan tahun.

“Disini intinya, bagaimana pola didikan orang tua ke anak. Jangan sampai ada orang tua yang cuek, anak merasa tidak diperhatikan dan tidak nyaman dirumah sehingga mencari pelampiasan diluar,” beber Indah salah penelpon program acara Bari’basa Pro 4 Makassar.

Sementara itu, Abdul Haris Dg. Salle penelpon diprogram yang sama mengatakan, salah satu cara untuk menekan perang kelompok tersebut dengan cara menghadirkan program pemberdayaan masyarakat. “Coba pemerintah setempat tingkat lurah dan kecamatan serta didukung penegak hukum gelar kegiatan produktif seperti lomba atau pertandingan serta melibatkan anak muda program pemerintah,” saran Abdul Haris.

“Kalau memang tetap mau baku berkelahi, coba buatkan ring atau arena tinju supaya bisa aku adu, jangan sampai ada bakat atlit tinju bisa dijaring,” tambahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....