Sineas Makassar Rilis Film Keluarga Jangan Lupa Bahagia
- 05 Sep 2026 17:02 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar — Kabar menggembirakan datang dari sineas lokal Sulawesi Selatan. Film Jangan Lupa Bahagia, karya anak Makassar, akhirnya mendapatkan jadwal tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 10 September 2026, setelah cukup lama menanti antrean penayangan.
Kisah di balik film tersebut turut dibahas dalam program Obrolan Khusus Programa 4 RRI Makassar, Sabtu, 5 September 2026. Mengangkat tema Siri' Na Pacce' di Keluarga dalam Film Jangan Lupa Bahagia, perbincangan berlangsung hangat dengan kehadiran duo komedian sekaligus aktor Tumming dan Abu, sutradara sekaligus produser Andi Burhamzah, serta pemeran utama Algifhari Jasin.
Ide untuk menggarap film bertema keluarga ini ternyata telah muncul sejak masa pandemi COVID-19. Setelah melewati proses persiapan yang cukup panjang, produksi film akhirnya dilakukan pada 2022 dan melibatkan talenta-talenta lokal Sulawesi Selatan.
Andi Burhamzah menjelaskan, sejak awal film ini dirancang untuk menghadirkan cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Tidak hanya dari sisi cerita, nuansa realistis juga dibangun melalui pemilihan set, kostum, hingga suasana yang ditampilkan dalam film.
"Visinya teman-teman waktu itu mau bikin film yang terasa realitasnya, bukan sesuatu yang dibikin-bikin. Mulai dari set, kostum, hingga suasananya dirancang agar terasa sangat dipercaya oleh penonton sejak pertama kali melihatnya," ujar Andi Burhamzah.

Sementara itu, Tumming mengungkapkan, ide awal film berangkat dari keinginan menghadirkan tontonan keluarga dengan sentuhan khas Makassar. Menurutnya, konsep tersebut muncul karena saat itu film keluarga dengan latar lokal masih relatif jarang ditemukan.
"Awalnya sebenarnya karena mau bikin film keluarga yang waktu itu memang sangat jarang. Saya sempat nonton film keluarga lalu berpikir mau sekali buat yang Makassar banget, akhirnya ngobrol sama Andi Burhamzah, disambut baik, dan terjadilah proyek ini," ungkap Tumming.
Algifhari Jasin yang dipercaya memerankan karakter Ulla juga memiliki pengalaman emosional selama menjalani proses pendalaman karakter. Ia menilai karakter tersebut cukup dekat dengan kehidupan pribadinya, terutama karena sama-sama memiliki pengalaman sebagai anak sulung.
"Jujur peran sebagai Ulla dalam film ini sangat related dalam kehidupan kami, terutama saya sebagai anak sulung. Ternyata Tumming dan Abu juga anak sulung, sehingga sangat mudah bagi kami melakoni peran masing-masing," kata Algifhari Jasin.
Perjalanan film menuju layar lebar nasional pun tidak berlangsung singkat. Andi Burhamzah menegaskan, lamanya waktu hingga film mendapatkan jadwal tayang bukan disebabkan terhentinya proses produksi, melainkan karena harus menunggu antrean penayangan film nasional.
"Ini bukan berhenti, tapi lebih ke menunggu jadwal tayang karena antrean film nasional cukup panjang. Penantian ini justru memberi pandangan baru, sehingga kami sempat menyunting kembali beberapa bagian agar karyanya semakin matang," jelas Andi Burhamzah.
Kehadiran Tumming dan Abu dalam film juga memberikan warna tersendiri bagi perjalanan Ulla. Keduanya memainkan karakter sebagai sahabat yang selalu berusaha hadir mendampingi Ulla dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
"Kami berperan sebagai sahabatnya Ulla. Jadi kalau dia galau atau susah, walau kami sendiri punya kegalauan masing-masing, sebagai sahabat kami tetap bantu dan tidak mungkin menolaknya," tutur Abu sembari tertawa.
Hal yang semakin membanggakan, Jangan Lupa Bahagia sepenuhnya melibatkan talenta lokal Sulawesi Selatan dalam proses pembuatannya. Mulai dari pemain hingga kru yang menangani penulisan skenario dan aspek teknis produksi merupakan sineas yang berasal dari Makassar.
"Film ini 100 persen melibatkan sineas Makassar, bukan cuma pemainnya tapi juga seluruh kru, mulai dari penulisan skenario hingga teknis produksi semuanya asli karya anak Makassar," pungkas Andi Burhamzah menutup perbincangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....