Hipnotis Penonton Makassar, Baby Udon Ceritakan Kisah Cinta Fanny Kondoh

  • 30 Agt 2026 08:52 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Film terbaru garapan Sumargo Films berjudul Baby Udon membawa cerita tentang cinta, ujian kehidupan, dan kekuatan doa yang tidak mudah dilupakan. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 3 September 2026 dengan Denny Sumargo sebagai pemeran utama karakter Hajime.

Kisah Baby Udon berpusat pada perjalanan Hajime dan Fandy yang harus melewati berbagai cobaan hingga maut memisahkan keduanya. Bagi Denny Sumargo, karakter Hajime menjadi tantangan tersendiri karena memiliki kepribadian yang jauh berbeda dari dirinya, “Hajime ini sosok yang sangat bertolak belakang dengan saya,” ujar Denny saat ditemui di Nipah Mall Makassar, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Denny menggambarkan Hajime sebagai sosok yang lembut, sabar dan memiliki cara bicara yang tenang, ditambah latar belakang karakter sebagai orang Jepang. Ia mengaku membutuhkan waktu untuk memahami karakter tersebut sebelum akhirnya berani menerima tantangan memainkan peran utama dalam Baby Udon, “Dia lembut, sabar, soft-spoken, dan orang Jepang. Saya perlu waktu cukup lama untuk mendalami karakter ini,” katanya.

Meski sempat merasa ragu, Denny justru mengaku proses pendalaman karakter Hajime berlangsung lebih cepat dari perkiraannya. Aktor yang pernah meraih penghargaan sebagai aktor terbaik pada 2018 itu mengatakan hanya membutuhkan waktu sekitar dua hari hingga merasa benar-benar menyatu dengan karakter yang dimainkan, “Menariknya, saya hanya butuh dua hari untuk benar-benar menyatu dengan karakter ini,” ungkapnya.

Bagi Denny, Baby Udon juga memiliki kedalaman cerita yang lebih luas dibandingkan sekadar hubungan romantis antara Hajime dan Fandy. Ia memandang kisah tersebut sebagai cerita tentang manusia yang berusaha menemukan jawaban dari Tuhan ketika berhadapan dengan ujian kehidupan, “Baby Udon bukan sekadar kisah cinta Hajime dan Fandy, tetapi seperti tulisan Tuhan yang jarang sekali bisa diangkat menjadi film,” jelasnya.

Menurut Denny, perjalanan kedua karakter tersebut menggambarkan bagaimana cinta diuji ketika seseorang berada dalam situasi yang tidak mudah. Hajime dan Fandy harus menjalani ujian hingga akhir hayat sehingga membuat Denny melihat kisah mereka sebagai gambaran tentang makna cinta yang sebenarnya, “Semua orang mencari kebahagiaan, jawaban dari Tuhan. Tapi tidak semua siap menjalani ujian,” ujarnya.

Melalui Baby Udon, Denny berharap penonton tidak hanya menikmati cerita romantis, tetapi juga mendapatkan ruang untuk merenungkan arti kesabaran dan berserah diri. Ia secara khusus mengajak masyarakat Makassar untuk menyaksikan film tersebut ketika mulai tayang di bioskop pada 3 September 2026, “Saya bikin film ini juga untuk kanda-kanda dan dinda-dinda di Makassar,” katanya.

Sosok Fanny Kondoh yang menjadi bagian nyata dari kisah tersebut juga dilibatkan dalam proses produksi Baby Udon. Fanny terlibat mulai dari scripting, pengawasan proses syuting hingga memastikan cerita yang ditampilkan tetap sesuai dengan pengalaman hidup yang menjadi dasar film, “Aku merasa sangat beruntung karena dilibatkan penuh,” ungkap Fanny.

Keterlibatan langsung Fanny dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kedekatan cerita dengan pengalaman yang diangkat ke layar lebar. Ia berharap Baby Udon dapat menjadi medium yang mampu menyampaikan rasa sekaligus menguatkan penonton yang sedang menghadapi ujian kehidupan, “Aku berharap film ini bisa menjadi medium rasa yang memperkuat ujian hidup penonton,” tuturnya.

Cerita Baby Udon sendiri memperlihatkan perjalanan Hajime dan Fandy ketika cinta mereka harus berhadapan dengan cobaan yang datang silih berganti. Doa, harapan, kesabaran dan keteguhan iman menjadi bagian yang ikut membentuk perjalanan keduanya hingga akhir cerita, “Harapan dan doa terus dipanjatkan meski penuh cobaan,” demikian gambaran yang ditawarkan film tersebut.

Antusiasme terhadap Baby Udon juga mulai terlihat dari penonton yang mengikuti perjalanan film tersebut sebelum resmi tayang. Salah seorang penonton, Rere, mengaku sudah menunggu sekitar dua minggu untuk menyaksikan film tersebut dan merasa cerita yang ditampilkan sesuai dengan ekspektasinya, “Sudah 2 minggu menanti filmnya. Semangat banget nontonnya, sesuai ekspektasi dan terbukti keren,” ungkap Rere.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....