Rumah Dilan Jadi Wadah Pemberdayaan Keluarga dan Masyarakat di Selayar
- 21 Sep 2026 11:19 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Kepulauan Selayar — Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Selayar, Hj. Tri Yanti Rahmawati Natsir, mendorong keberadaan Rumah Dilan Kreatif agar tidak sekadar menjadi tempat berkegiatan. Tetapi berkembang sebagai ruang pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata bagi keluarga dan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan dalam rangkaian Supervisi, Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan (SMEP) PKK di Rumah Dilan Kreatif Desa Bontontangnga dan Kampung Mandiri Wanita Nelayan Desa Bontosunggu, Kecamatan Bontoharu, Senin, 21 September 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Ketua TP PKK bersama jajaran pengurus menyaksikan berbagai produk keterampilan yang dihasilkan masyarakat dan kader PKK. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya melihat langsung aktivitas pemberdayaan sekaligus potensi yang dapat terus dikembangkan di tingkat desa.
Ketua TP PKK berharap Rumah Dilan dapat menjadi ruang tumbuh bagi keluarga dan masyarakat, khususnya untuk berbagi pengetahuan, mengembangkan potensi, membangun kreativitas, serta mendorong lahirnya kegiatan-kegiatan produktif.
“Mari kita jadikan Rumah Dilan sebagai rumah bersama untuk belajar, berkarya, berusaha dan tumbuh bersama. Jangan hanya menjadi tempat berkegiatan, tetapi menjadi wadah pemberdayaan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan Rumah Dilan dan Kampung Mandiri Wanita Nelayan diharapkan mampu memperkuat peran kader PKK dalam mendampingi masyarakat, sehingga gerakan PKK semakin dekat dengan kebutuhan warga dan memberikan dampak nyata.
“Harapannya, manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dan mampu mendukung terwujudnya keluarga yang sehat, mandiri, produktif dan sejahtera,” tambahnya.
etua TP PKK mendorong keberadaan Rumah Dilan agar tidak sekadar menjadi tempat pelaksanaan berbagai kegiatan masyarakat. Rumah Dilan diharapkan berkembang menjadi ruang bersama yang mampu mempertemukan keluarga dan masyarakat dalam berbagai aktivitas positif. Kehadirannya juga diarahkan untuk mendukung proses pembelajaran serta pengembangan potensi warga. Dengan demikian, Rumah Dilan dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan.
Menurut Ketua TP PKK, masyarakat perlu memanfaatkan Rumah Dilan sebagai ruang untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan. Berbagai gagasan kreatif dapat dikembangkan melalui kegiatan yang melibatkan kader PKK maupun masyarakat. Potensi yang dimiliki warga juga diharapkan dapat diarahkan menjadi kegiatan yang produktif. Upaya tersebut dinilai penting untuk mendorong kemandirian masyarakat dari lingkungan keluarga.
Ia mengajak seluruh pihak menjadikan Rumah Dilan sebagai tempat yang terbuka untuk belajar dan menghasilkan karya. Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut harus mampu memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan berbagai kemampuan.
“Mari kita jadikan Rumah Dilan sebagai rumah bersama untuk belajar, berkarya, berusaha dan tumbuh bersama,” ujarnya.
Pesan tersebut disampaikan sebagai dorongan agar masyarakat turut mengambil peran dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan. Lebih lanjut, Ketua TP PKK menekankan pentingnya keberlanjutan program yang berlangsung di Rumah Dilan.
Kegiatan yang dilakukan diharapkan tidak berhenti pada aktivitas seremonial atau kegiatan sesaat. Setiap program perlu diarahkan untuk menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. “Jangan hanya menjadi tempat berkegiatan, tetapi menjadi wadah pemberdayaan yang berkelanjutan,” katanya.
Selain Rumah Dilan, keberadaan Kampung Mandiri Wanita Nelayan juga diharapkan memperkuat proses pemberdayaan masyarakat. Kedua wadah tersebut dinilai dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan keterlibatan perempuan dan keluarga dalam berbagai kegiatan produktif. Kader PKK memiliki peran penting untuk mendampingi masyarakat sesuai dengan kebutuhan di lingkungan masing-masing. Pendampingan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan antara gerakan PKK dan masyarakat.
Ketua TP PKK menilai kedekatan kader dengan warga menjadi salah satu unsur penting dalam menjalankan program pemberdayaan. Program PKK diharapkan tidak hanya berorientasi pada kegiatan organisasi, tetapi juga menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat. Karena itu, kader didorong untuk memahami potensi serta kebutuhan warga di lingkungannya. Langkah tersebut diharapkan dapat membuat program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Ia juga berharap berbagai kegiatan yang dikembangkan melalui Rumah Dilan dan Kampung Mandiri Wanita Nelayan dapat melahirkan aktivitas ekonomi maupun sosial yang bermanfaat. Masyarakat diberi ruang untuk mengembangkan kreativitas sesuai dengan potensi yang dimiliki. “Harapannya, manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dan mampu mendukung terwujudnya keluarga yang sehat, mandiri, produktif dan sejahtera,” tambahnya. Pernyataan tersebut sekaligus menjadi harapan agar pemberdayaan masyarakat dapat berlangsung secara konsisten.
Dengan optimalisasi Rumah Dilan dan Kampung Mandiri Wanita Nelayan, peran TP PKK di tengah masyarakat diharapkan semakin terasa. Berbagai kegiatan dapat menjadi sarana untuk memperkuat kapasitas keluarga sekaligus membangun kemandirian warga. Kolaborasi antara kader, keluarga dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program. Rumah Dilan pun diharapkan tumbuh sebagai ruang bersama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....