Motif Tradisional Sulawesi Selatan Jadi Inspirasi Amy_collection17

  • 07 Sep 2026 17:44 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Pelaku usaha di bidang fashion terus berupaya menghadirkan busana yang tidak hanya mengikuti perkembangan tren, tetapi juga mengangkat nilai-nilai budaya lokal. Salah satunya dilakukan oleh Amriany Achmad - Owner Amy_collection17, yang mengembangkan produk fashion dengan memanfaatkan motif dan unsur budaya Sulawesi Selatan.

Amriany mengatakan, awal usahanya dimulai dengan menerima pesanan busana secara custom dari teman dan keluarga. Seiring berjalannya waktu, Ia melihat banyak potensi budaya lokal yang dapat diangkat ke dalam produk fashion, khususnya kain tenun dengan berbagai motif khas Sulawesi Selatan. Hal tersebut disampaikannya dalam Obrolan Teras UMKM Pro4 RRI Makassar, edisi Minggu, 6 September 2026.

“Awalnya masih menerima custom dari teman-teman atau keluarga untuk dibuatkan busana. Kemudian saya melihat budaya kita di Sulawesi sangat banyak yang bisa diambil, seperti wastra dan motif-motif yang memang perlu kita lestarikan”, ujarnya.

Nama sendiri diambil dari nama panggilan Amriany Ahmad yang akrab disapa Amy. Penggunaan nama tersebut menjadi bagian dari upaya membangun identitas dan branding usaha agar produk lebih mudah dikenali oleh masyarakat. Sementara itu, angka 17 merujuk pada nomor rumah tempat tinggal Amriany.

Dalam mengembangkan produk, Amy tertarik mengangkat unsur budaya karena melihat pentingnya menjaga dan melestarikan budaya daerah melalui berbagai bidang, termasuk fashion. Menurutnya, Sulawesi Selatan memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam dan dapat dikembangkan menjadi bagian dari busana masa kini.

Amy menyebut sejumlah motif yang telah dikenal luas dan kerap digunakan dalam produk fashion, di antaranya motif Lagosi, corak Laba, serta motif khas Toraja. Selain itu, setiap kabupaten di Sulawesi Selatan juga memiliki motif dan karakter budaya masing-masing yang berpotensi dikembangkan.

“Budaya itu harus kita lestarikan. Khusus budaya di Sulawesi Selatan itu banyak sekali. Karena saya bergerak di bidang fashion, tentunya saya melihat budaya itu melalui tenunan atau sutra, misalnya tenun sutra dan tenun Toraja”, kata Amy.

Dari sisi warna, Amy cenderung memilih warna-warna cerah untuk menonjolkan karakter motif tradisional yang digunakan. Menurutnya, sejumlah motif khas Sulawesi Selatan memang identik dengan penggunaan warna yang kuat dan beragam. Salah satunya adalah motif Lagosi yang banyak menampilkan warna cerah seperti merah, kuning, dan hijau. Penggunaan warna tersebut dinilai mampu menjadi daya tarik tersendiri dan membuat busana lebih mudah menarik perhatian ketika pertama kali dilihat.

Selain mengembangkan busana, Amy sebelumnya juga memiliki pengalaman di bidang stylist hijab. Keahliannya tersebut diperoleh dari keterlibatannya dalam berbagai kegiatan fashion show, terutama untuk membantu menata hijab para model.

“Awalnya saya bergerak di bidang stylist hijab. Teman-teman yang mengikuti fashion show dan berhijab biasanya menggunakan jasa saya untuk ditata hijabnya. Karena dalam acara fashion show membutuhkan waktu yang cepat, akhirnya saya berkenalan dengan teman-teman fashion yang memang desainer”, jelas Amy.

Melalui Amy_Collection17, Amy tidak hanya berupaya mengikuti perkembangan fashion, tetapi juga menjadikan busana sebagai salah satu media untuk memperkenalkan sekaligus mempertahankan kekayaan budaya lokal agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....