Pelaku UMKM Diminta Tetap Optimistis meski Suku Bunga Meningkat
- 12 Jul 2026 17:33 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Tantangan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kenaikan suku bunga acuan memang berdampak pada meningkatnya biaya pinjaman sehingga kondisi tersebut membuat sebagian pelaku usaha ragu mengajukan kredit karena khawatir tidak mampu memenuhi kewajiban angsuran, terutama ketika penjualan masih berfluktuasi.
Dr (c) Ria Andriany R.A, S.H., M.M - Pemimpin Dept. Corporate Banking & E-Businness PT. Bank Sulselbar dalam Obrolan Khusus Investasi Pro4 RRI Makassar pada hari Sabtu, 11 Juli 2026, menjelaskan bahwa kenaikan suku bunga merupakan bagian dari kebijakan Bank Indonesia untuk mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas harga. Konsekuensinya, biaya pinjaman menjadi lebih tinggi sehingga konsumsi masyarakat dan laju pertumbuhan ekonomi cenderung melambat.
Meski demikian, menurut Ria kondisi tersebut tidak seharusnya menghentikan pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya melalui pembiayaan. Yang terpenting, kredit yang diajukan benar-benar dimanfaatkan untuk kegiatan produktif yang mampu meningkatkan kapasitas usaha dan omzet.
"Memang kenaikan suku bunga dapat meningkatkan biaya pembiayaan bagi pelaku UMKM. Namun, hal itu tidak berarti kita harus mengurungkan niat mengajukan kredit. Yang perlu diperhatikan adalah penggunaan dana tersebut benar-benar untuk kegiatan produktif yang dapat meningkatkan omzet usaha,” ujar Ria.
Ria menambahkan, perbankan, termasuk Bank Sulselbar, menyediakan berbagai fasilitas pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dirancang untuk mendukung usaha produktif dengan skema yang lebih terjangkau. Pada nominal tertentu, pengajuan KUR juga dapat dilakukan tanpa agunan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Ia mengimbau pelaku UMKM agar tidak hanya berfokus pada besarnya suku bunga, tetapi lebih memperhatikan produktivitas usaha. Menurutnya, pinjaman yang dikelola secara tepat akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar dibandingkan biaya pembiayaan yang harus dibayarkan.
"Jangan hanya melihat besarnya bunga pinjaman. Yang lebih penting adalah bagaimana dana tersebut dikelola dengan baik sehingga mampu meningkatkan pendapatan usaha. Harapannya, keuntungan yang diperoleh lebih besar daripada biaya angsuran yang dibayarkan," kata Ria.
Ria juga mengajak pelaku UMKM untuk tetap optimistis dalam menghadapi kondisi ekonomi saat ini. Menurutnya, setiap keputusan untuk mengajukan kredit harus disertai dengan perencanaan yang matang dan penggunaan dana yang tepat sasaran sehingga dapat mendukung perkembangan usaha.
"Agar pinjaman tidak digunakan untuk kebutuhan konsumtif, melainkan difokuskan sebagai modal kerja atau investasi usaha yang dapat meningkatkan omzet dan kemampuan membayar angsuran setiap bulan, pengelolaan pinjaman yang tepat akan membantu pelaku UMKM menjaga kesehatan arus kas, memperkuat daya saing usaha, serta menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan," ucap Ria
Sebagai penyemangat bagi para pelaku UMKM, Ria mengutip falsafah Bugis, "Resopa Temmangingngi Namalomo Naletei Pammase Dewata", yang bermakna hanya dengan kerja keras dan kesungguhan seseorang akan memperoleh rahmat dari Tuhan. Menurutnya, semangat untuk terus berikhtiar harus tetap dijaga, disertai pengelolaan keuangan yang bijaksana agar usaha dapat terus berkembang meski menghadapi tantangan kenaikan suku bunga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....