Sans Bouquet, dari Hobi hingga Menjadi Peluang Bisnis Kreatif
- 23 Jun 2026 17:14 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar – Perjalanan membangun usaha tidak selalu dimulai dari modal besar. Hal tersebut dibagikan Santika Rahayu, Owner Sans Bouquet, saat menjadi narasumber dalam program UMKM Bicara PRO1 RRI Makassar edisi Senin, 22 Juni 2026. Dalam dialog yang dipandu Arfan Yusri di Studio PRO1 RRI Makassar, Santika menceritakan bagaimana bisnis buket yang kini dikenal pelanggannya berawal dari ketertarikan sederhana terhadap kerajinan tangan dan seni merangkai hadiah.
Santika mengungkapkan bahwa Sans Bouquet lahir dari keinginannya menghadirkan hadiah yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki nilai emosional bagi penerimanya dengan harga ramah di kantong para Mahasiswa. Awalnya, ia tertarik melihat besarnya minat teman-temannya yang memberikan hadiah dalam bentuk Bouquet atau buket ,kemudian belajar otodidak membuat buket untuk keluarga dan teman dekat. Namun, respons positif yang diterima membuatnya mulai melihat peluang usaha di bidang kreatif tersebut. “Saya memulai dari pesanan kecil-kecilan di tahun 2024-2025,dari teman dan keluarga lah kok banyak yang support jadi makin semangat. Saat melihat orang-orang senang menerima buket yang saya buat tentu ada rasa kepuasan dalam diri,lama -lama saya merasa ada peluang ini bisa dikembangkan lebih serius,” ujarnya.
Dalam perjalanannya, Santika mengaku tidak langsung memperoleh kesuksesan. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi pada masa awal usaha adalah membangun kepercayaan pelanggan di tengah banyaknya pelaku usaha serupa. “Saya harus terus berinovasi dalam desain, meningkatkan kualitas produk, serta menjaga pelayanan agar pelanggan merasa puas. Menurut saya konsistensi menjadi faktor penting dalam mempertahankan usaha di tengah persaingan yang semakin ketat sekarang ini,”lanjutnya.
Selain itu, perkembangan bisnis buket yang pesat membuat persaingan pasar semakin terbuka. Santika mengatakan bahwa banyak pelaku usaha baru bermunculan dengan konsep dan harga yang beragam. Kondisi tersebut mendorongnya untuk terus mencari ciri khas yang membedakan Sans Bouquet dari kompetitor. “Persaingan pasti ada, tetapi saya percaya setiap usaha punya karakter masing-masing. Fokus saya adalah memberikan hasil terbaik dan menjaga kualitas agar pelanggan tetap percaya,semaksimal mungkin bisa mengakomodir kebutuhan pelanggan walaupun sans ini belum punya offline store,” katanya.
Di era digital, pemasaran menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pelaku UMKM. Santika mengakui bahwa media sosial memiliki peran besar dalam memperkenalkan produk Sans Bouquet kepada masyarakat yang lebih luas. “Sans ini saya pasarkan melalui platform digital di Instagram dan Tiktok, tadinya hanya di circle itu saja pelanggan saya,nah sekarang bisa menjangkau pelanggan baru, hingga membangun komunikasi yang lebih dekat dengan konsumen. Sekarang pemasaran digital sangat penting. Konten yang menarik dan konsisten bisa membantu usaha dikenal lebih banyak orang tanpa harus mengeluarkan biaya besar,” jelasnya.
Meski demikian, Santika menilai pemasaran digital tidak hanya sekadar mengunggah foto produk. Pelaku usaha juga dituntut memahami kebutuhan pasar, tren yang berkembang, serta cara membangun interaksi dengan pelanggan. Ia mengungkapkan bahwa proses belajar memanfaatkan teknologi digital menjadi bagian penting dalam pengembangan bisnisnya. Dengan terus mengikuti perkembangan platform digital, Sans Bouquet mampu memperluas jangkauan pasar hingga di luar pelanggan tetap yang sudah dimiliki.
Menutup perbincangan, Santika memberikan motivasi kepada generasi muda dan calon pelaku UMKM yang ingin memulai usaha. Ia menekankan pentingnya keberanian untuk memulai meskipun dengan langkah kecil. “Pengalaman dan kemampuan akan berkembang seiring proses yang dijalani. Jangan menunggu semuanya sempurna untuk memulai. Mulailah dari apa yang kita punya hari ini, terus belajar, dan jangan mudah menyerah ketika menghadapi tantangan. Setiap usaha besar pasti dimulai dari langkah kecil,” pesannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....