Semangat Wirausaha: Modal Utama UMKM menuju Kesuksesan

  • 18 Mei 2026 21:09 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Dengan adanya buku, kita dapat termotivasi untuk terus belajar. Buku juga memberikan petunjuk dan wawasan yang dapat membantu kita meraih kesuksesan Hal ini di ungkapkan Zaiful, S.Pd. yang merupakan Owner dan Direktur CV Pustaka Taman Ilmu dalam Obrolan Teras UMKM Pro4 RRI Makassar pada hari Minggu, 17 Mei 2026.

Ipul mengatakan pertama-tama, Ia mendirikan penerbitan buku Pustaka Taman Ilmu sejak masih kuliah,” ujar Ipul “saat itu saya berada di semester 11, sekitar tahun 2017. Kemudian pada tahun 2018, Usaha UMKM kami sudah memiliki sertifikat hak merek untuk Pustaka Taman Ilmu.”

“Saat itu saya mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi Bisnis di UNM. Dari latar belakang pendidikan tersebut, saya banyak belajar mengenai dunia bisnis dan pentingnya menjaga identitas usaha sejak awal. Menurut saya, tidak sedikit kasus usaha besar yang mengalami sengketa merek karena tidak segera mendaftarkan hak merek mereka”, ucap Ipul.

Ipul menambahkan dengan alasan menghindari sengketa merek, Ia berpikir bahwa yang pertama harus dipertahankan adalah hak mereknya. "Dalam Undang-Undang Hak Merek dijelaskan bahwa pihak yang berhak atas merek adalah yang pertama kali mendaftarkannya di Kementerian Hukum dan HAM,” jelasnya.

Selain itu, Ipul juga banyak menerbitkan buku bertema kewirausahaan dan bisnis. Inspirasi tersebut datang dari para dosennya di Fakultas Ekonomi yang aktif menulis buku. Ia mengaku bahwa sejak masih kuliah, dirinya sudah memiliki perencanaan bisnis yang matang. “Saya tidak ingin setelah lulus justru menambah daftar pengangguran. Saya ingin setelah lulus bisa membuka lapangan pekerjaan dan mencari karyawan,” katanya.

Salah satu dosennya di Fakultas Ekonomi (ia lupa namanya), kini telah menjadi Profesor pernah menulis buku tentang kewirausahaan. Dari buku tersebut, Ipul memahami bahwa kata “wirausaha” terdiri atas dua kata, yaitu wira yang berarti pahlawan dan usaha yang berarti kegiatan atau bisnis. Dengan demikian, seorang wirausahawan adalah sosok pahlawan bagi usahanya sendiri.

“Menurut saya, makna itu sangat penting ditanamkan dalam diri seorang pengusaha. Seorang owner harus menjadi pahlawan bagi usahanya, bukan justru menyerahkan seluruh tanggung jawab kepada karyawan,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti fenomena sebagian pemilik usaha yang hanya bersantai karena merasa sebagai pemilik, tetapi ketika usaha mengalami kemunduran justru menyalahkan karyawan. Padahal, menurut pengalaman, buku yang dibacanya, serta hasil diskusi selama kuliah, faktor paling penting dalam keberhasilan UMKM adalah pemilik usaha itu sendiri.

Ketika ditanya mengenai tahun berdirinya usaha secara tepat, Ipul menjelaskan bahwa usaha tersebut sebenarnya mulai dirintis sekitar tahun 2016. Kini, usahanya telah berjalan hampir 10 tahun. “Namun, untuk kategori penerbitan buku, usia 10 tahun masih tergolong sangat muda,” ujarnya sambil tertawa. “Standar kami adalah penerbit besar seperti Gramedia atau Erlangga yang sudah puluhan tahun berdiri. Jadi, ketika bertemu mereka, kami merasa masih seperti anak SD.”

Menurutnya, berbeda dengan bisnis makanan atau usaha lain yang dianggap berkembang pesat dalam dua atau tiga tahun, dunia penerbitan membutuhkan waktu lebih panjang untuk benar-benar diperhitungkan. Ipul kemudian menjelaskan tentang pentingnya spirit atau jiwa wirausaha bagi pelaku UMKM. Ia menegaskan bahwa modal mental jauh lebih penting dibandingkan modal finansial.

“Karena wirausaha berarti pahlawan usaha, maka kita harus memiliki mental seorang pahlawan. Baik ada modal maupun tidak, yang terpenting adalah usaha itu tetap berjalan dan terus maju,” jelasnya.

Ia bahkan mengungkapkan bahwa pada awal membangun usaha penerbitannya, Ia tidak memiliki modal finansial yang besar. Modal utamanya hanyalah semangat dan kemampuan di bidang editing, layout, desain, serta pemasaran. “Ketika ada naskah masuk, penulis memberikan uang muka. Dari uang muka itulah kami membayar percetakan, layouter, dan biaya pemasaran. Jadi, yang paling penting sebenarnya adalah semangat dan keberanian untuk memulai,” katanya.

Di akhir perbincangan, Ipul menegaskan bahwa pelaku UMKM sebaiknya tidak terlalu fokus pada uang di awal usaha.“Keuntungan akan mengikuti jika kita memiliki semangat wirausaha yang kuat,” tutupnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....