Akses Mudah, Pemahaman Minim: Tantangan Literasi Keuangan di Era Digital
- 16 Apr 2026 23:01 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Di tengah pesatnya perkembangan layanan keuangan, khususnya berbasis digital, masyarakat kini semakin mudah mengakses berbagai produk seperti tabungan, pinjaman online, hingga investasi. Namun, kemudahan tersebut ternyata tidak selalu diiringi dengan pemahaman yang memadai tentang cara mengelolanya secara bijak.
Dalam obrolan Teras UMKM di Pro 4 RRI Makassar, Asisten Manajer Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Nadhila Avissa, mengungkapkan bahwa fenomena ini menjadi tantangan serius dalam upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Menurutnya, terdapat beberapa faktor utama yang menyebabkan masyarakat sudah memiliki layanan keuangan, tetapi belum sepenuhnya memahami cara penggunaannya.
“Pertama, kemudahan akses terhadap produk keuangan, terutama yang berbasis digital, membuat masyarakat cenderung langsung menggunakan tanpa sempat memahami secara mendalam,” jelas Nadhila. Kamis, 16 April 2026. Ia menambahkan, perkembangan teknologi yang begitu cepat memang membuka peluang inklusi keuangan yang lebih luas. Namun di sisi lain, hal ini juga berisiko menimbulkan kesalahan dalam pengelolaan keuangan, seperti penggunaan kredit tanpa perencanaan atau investasi tanpa pemahaman risiko.
Faktor kedua adalah masih terbatasnya edukasi keuangan yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Meskipun berbagai program literasi telah digencarkan oleh pemerintah dan lembaga terkait, penyebarannya dinilai belum merata, terutama di daerah-daerah tertentu.
“Masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan edukasi keuangan secara komprehensif, sehingga pemahaman mereka terhadap produk dan layanan keuangan masih minim,” lanjutnya.
Selain itu, faktor ketiga yang tidak kalah penting adalah kebiasaan atau perilaku keuangan masyarakat yang belum terbentuk dengan baik. Pola konsumsi yang cenderung impulsif serta kurangnya perencanaan keuangan menjadi penyebab utama rendahnya kualitas pengelolaan keuangan individu.
“Kebiasaan menabung, membuat anggaran, hingga memahami prioritas kebutuhan masih perlu terus ditanamkan sejak dini,” ujar Nadhila.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam meningkatkan literasi keuangan. Edukasi yang berkelanjutan serta pendekatan yang sesuai dengan karakter masyarakat diharapkan mampu menciptakan generasi yang tidak hanya memiliki akses keuangan, tetapi juga cerdas dalam mengelolanya. Dengan meningkatnya literasi keuangan, diharapkan masyarakat dapat mengambil keputusan finansial yang lebih bijak, terhindar dari risiko kerugian, serta mampu meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....