UMKM Bicara bahas Kerajinan Rajut sebagai Produk Kreatif dan Peluang Usaha
- 13 Jul 2026 21:02 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar – Kerajinan rajut kini semakin diminati sebagai salah satu produk ekonomi kreatif yang memiliki nilai seni sekaligus nilai ekonomi. Selain menjadi wadah menyalurkan kreativitas, usaha rajut juga mampu membuka peluang bisnis yang menjanjikan apabila dikelola secara konsisten. Hal tersebut menjadi pembahasan dalam Program UMKM Bicara PRO1 RRI Makassar edisi Senin (13/7/2026), dipandu Risna Supratio dengan menghadirkan narasumber Airin Tendean, Owner AT Craft, yang mengikuti dialog secara daring.
Airin Tendean mengungkapkan, perjalanan membangun AT Craft berawal dari kegemarannya mempelajari seni merajut. Berbekal rasa penasaran, ia belajar secara otodidak melalui berbagai referensi dan terus berlatih hingga menghasilkan produk yang layak dipasarkan. Dari sekadar hobi, aktivitas tersebut kemudian berkembang menjadi usaha setelah hasil karyanya mendapat respons positif dari keluarga, teman, dan lingkungan sekitar.
"Awalnya saya hanya ingin belajar merajut untuk mengisi waktu luang. Saya terus mencoba berbagai teknik dan membuat beberapa produk sederhana. Ternyata banyak teman yang tertarik lalu memesan. Dari situlah saya berpikir bahwa kerajinan rajut bukan hanya hobi, tetapi juga bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan," ujar Airin.
Menurut Airin, produk rajut memiliki daya tarik karena setiap hasil karya dibuat secara handmade sehingga memiliki karakter yang berbeda dengan produk pabrikan. Ia pun terus mengembangkan variasi produknya, mulai dari tas, dompet, pouch, aksesori, boneka rajut atau amigurumi, hingga berbagai produk suvenir. Baginya, kualitas bahan, kerapian pengerjaan, dan desain yang mengikuti tren menjadi faktor penting agar produk mampu bersaing di pasar.
Meski demikian, membangun usaha rajut tidak lepas dari berbagai tantangan. Airin mengatakan, proses produksi yang membutuhkan ketelitian dan waktu cukup lama sering kali menjadi kendala ketika permintaan meningkat. Selain itu, edukasi kepada masyarakat mengenai nilai sebuah produk handmade juga menjadi tantangan tersendiri. "Produk rajut dibuat satu per satu dengan tangan sehingga membutuhkan waktu, ketelitian, dan kesabaran. Justru proses itulah yang menjadi nilai tambah karena setiap produk memiliki sentuhan personal dan kualitas yang tidak bisa disamakan dengan produksi massal," jelasnya.
Dalam mengembangkan usahanya, Airin memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi sekaligus pemasaran. Ia menilai platform digital memberikan kesempatan yang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produknya kepada konsumen di berbagai daerah. Selain aktif memasarkan secara daring, ia juga terus meningkatkan kemampuan melalui pelatihan, mengikuti perkembangan tren, serta menjaga kepercayaan pelanggan dengan mempertahankan kualitas produk dan pelayanan.
Di akhir dialog, Airin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak ragu memulai usaha dari keterampilan yang dimiliki. Menurutnya, keberhasilan sebuah usaha tidak selalu ditentukan oleh besarnya modal, tetapi oleh kemauan untuk terus belajar, konsisten, dan berani memanfaatkan peluang. "Jangan takut memulai dari hal kecil. Tekuni prosesnya, terus belajar, manfaatkan media digital, dan jangan mudah menyerah. Ketika kita konsisten menghasilkan karya yang berkualitas, peluang usaha akan terbuka dengan sendirinya," tutup Airin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....