Tantangan Terberat Menjadi Perempuan Tulang Punggung Keluarga

  • 18 Feb 2026 18:12 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Di fase awal menjalani peran sebagai perempuan tulang punggung keluarga, tantangan berat kerap datang silih berganti. Perubahan peran yang drastis, dari sebelumnya berbagi tanggung jawab ekonomi menjadi penopang utama keluarga, menuntut kesiapan mental, fisik, dan emosional.

Tidak sedikit perempuan yang harus berjuang menata ulang hidupnya demi keberlangsungan keluarga. Hal tersebut dirasakan langsung oleh Haryuti, pemilik usaha kuliner Nya’uteng Kitchen. Dalam obrolan Ite'ne bersama Pro4 RRI Makassar, ia mengungkapkan, fase awal menjadi pencari nafkah utama merupakan masa paling berat dalam hidupnya.

Selain harus memikirkan kebutuhan ekonomi keluarga, ia juga dituntut tetap menjalankan peran sebagai ibu dan pengelola rumah tangga. “Di awal itu rasanya campur aduk. Takut, bingung, dan lelah jadi satu. Tapi kondisi memaksa saya untuk kuat dan terus melangkah,” ujar Haryuti saat ditemui rri, Rabu, 17 Februari 2026.

Menurutnya, tekanan mental menjadi tantangan pertama yang harus ditaklukkan sebelum menghadapi persoalan ekonomi. Haryuti menambahkan, keterbatasan modal dan pengalaman usaha juga menjadi hambatan besar. Ia harus belajar banyak hal dari nol, mulai dari mengelola keuangan, menjaga kualitas produk, hingga membangun kepercayaan pelanggan. Semua itu dilakukan sembari membagi waktu untuk keluarga.

"Tak jarang, kelelahan fisik menjadi ujian berikutnya. Jam kerja yang panjang dan tuntutan pekerjaan domestik membuatnya nyaris tidak memiliki waktu untuk beristirahat. Namun, tanggung jawab terhadap keluarga menjadi sumber kekuatan utama untuk tetap bertahan, yang membuat saya terus jalan adalah anak-anak. Mereka jadi alasan saya tidak boleh menyerah,” tuturnya.

"Dukungan keluarga dan lingkungan sekitar juga perlahan memberi semangat tambahan di tengah keterbatasan yang ada. Kini, seiring berjalannya waktu, Haryuti mulai mampu beradaptasi dengan perannya sebagai perempuan tulang punggung keluarga, "tambahnya.

Meski tantangan masih ada, ia berharap kisahnya dapat menjadi penyemangat bagi perempuan lain yang berada dalam kondisi serupa, bahwa fase awal yang berat dapat dilalui dengan keteguhan dan keberanian.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....