Kesalahan Pelaku UMKM Saat Mencatat Keuangan

  • 15 Des 2025 00:41 WIB
  •  Makassar

KBRN, Makassar: Banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih menghadapi kendala dalam pengelolaan keuangan usaha. Kesalahan dalam pencatatan keuangan kerap menjadi masalah mendasar yang berdampak pada keberlangsungan bisnis. Padahal, pencatatan keuangan yang rapi dan akurat sangat penting untuk mengetahui kondisi usaha serta menjadi dasar pengambilan keputusan.

Dalam obrolan Teras UMKM di Pro 4 RRI Makassar (Jumat 12/12/2025), Konsultan UMKM, Nurfadilah, SM, MM, CPPS, CCSME, CPT, mengungkapkan bahwa kesalahan paling umum yang sering dilakukan UMKM adalah mencampur keuangan pribadi dengan keuangan usaha. “Banyak pelaku UMKM belum memisahkan uang pribadi dan uang bisnis, sehingga sulit mengetahui keuntungan atau kerugian sebenarnya,” ujarnya. Kebiasaan ini membuat arus kas tidak jelas dan menyulitkan evaluasi kinerja usaha.

Kesalahan berikutnya adalah tidak melakukan pencatatan secara rutin dan konsisten. Menurut Nurfadilah, sebagian pelaku UMKM hanya mencatat transaksi besar, sementara transaksi kecil sering diabaikan. “Padahal, transaksi kecil yang terjadi setiap hari jika dikumpulkan bisa berdampak signifikan terhadap keuangan usaha,” jelasnya.

Selain itu, UMKM juga sering tidak menyimpan bukti transaksi seperti nota atau faktur. Hal ini menyebabkan kesulitan saat melakukan rekapitulasi keuangan atau ketika diperlukan untuk keperluan administrasi, seperti pengajuan pembiayaan. Tanpa bukti transaksi yang lengkap, data keuangan menjadi tidak valid dan rentan menimbulkan kesalahan perhitungan.

Kesalahan umum lainnya adalah tidak memahami laporan keuangan sederhana. Banyak pelaku UMKM hanya mencatat pemasukan dan pengeluaran tanpa menyusun laporan laba rugi atau arus kas. Nurfadilah menekankan bahwa laporan keuangan sederhana sangat membantu pelaku usaha dalam melihat perkembangan bisnis serta merencanakan langkah ke depan.

Nurfadilah berharap pelaku UMKM mulai meningkatkan literasi keuangan dengan menerapkan pencatatan keuangan yang disiplin dan terstruktur. “Dengan pengelolaan keuangan yang baik, UMKM akan lebih mudah berkembang, mendapatkan kepercayaan lembaga keuangan, dan bertahan dalam persaingan usaha,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....