Digitalisasi Dorong UMKM Bertahan di Era Persaingan Global

  • 09 Nov 2025 01:36 WIB
  •  Makassar

KBRN, Makassar: Dalam era persaingan global yang makin intens, khususnya pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), digitalisasi telah menjadi salah satu kunci penting untuk bertahan dan berkembang. Pelaku UMKM tak lagi hanya bersaing secara lokal, tetapi juga bersentuhan dengan pasar yang berskala regional bahkan internasional. Dengan demikian, transformasi digital bukan pilihan tambahan, melainkan kebutuhan strategis.

1. Peran digitalisasi dalam mempertahankan eksistensi.

UMKM memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap perekonomian nasional, sehingga digitalisasi menjadi sarana penting untuk mengoptimalkan kontribusi tersebut. Menurut studi literatur oleh Rahmat & Rudi (2023) yang di unggah di situs repository.iainsasbabel.ac.id mengungkapkan bahwa UMKM di Indonesia merupakan salah satu alternatif lapangan kerja baru untuk mengurangi dampak pengangguran dan digitalisasi dianggap sebagai salah satu jalan untuk mendorong pengembangan tersebut.

Dalam konteks ini, digitalisasi tidak hanya mengenai penggunaan teknologi, tetapi juga mengenai bagaimana UMKM mengubah model bisnis, meningkatkan jangkauan pasar, dan memperkuat keberlanjutan usaha.

2. Digitalisasi sebagai strategi daya saing.

Sebagian penelitian menunjukkan bahwa adopsi teknologi digital oleh UMKM memberi efek positif terhadap efisiensi operasional dan daya saing. Misalnya, dalam penelitian oleh Lustantri dkk (2023) yang di upload di situs sihojurnal.com disebutkan bahwa digitalisasi terbukti meningkatkan efisiensi operasional usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia serta meningkatkan kemampuan mereka dalam pengelolaan inventaris dan keterlibatan pelanggan.

Dengan demikian, digitalisasi menjadi kesempatan bagi UMKM untuk memperluas pasar, baik secara lokal maupun lintas batas, dan meningkatkan produktivitas internal.

3. Hambatan dan faktor pendukung dalam digitalisasi UMKM.

Meski manfaatnya besar, banyak UMKM yang menghadapi hambatan signifikan dalam proses digitalisasi. Sebuah tinjauan oleh Maihani (2024) yang di publikasikan di situs serambimekkah.ac.id menyatakan bahwa digitalisasi UMKM memiliki kompleksitas, hambatan, dan risiko yang perlu diperhatikan dengan serius karena UMKM membutuhkan investasi pada sumber daya dan kompetensi agar dapat berhasil.

Diantaranya adalah literasi digital yang rendah, akses teknologi yang terbatas, biaya yang tidak kecil, serta budaya organisasi yang belum siap untuk transformasi. Oleh karena itu, strategi dan dukungan yang tepat sangat diperlukan agar digitalisasi dapat diimplementasikan secara efektif.

4. Implikasi bagi pelaku UMKM dan kebijakan.

Berdasarkan uraian di atas, beberapa implikasi penting bagi pelaku UMKM dan pembuat kebijakan adalah:

- Pelaku UMKM dianjurkan untuk mulai memandang digitalisasi sebagai bagian integral dari model bisnis mereka bukan tambahan opsional.

- Pelatihan literasi digital dan pendampingan implementasi teknologi harus diberikan secara maksimal kepada UMKM agar mereka mampu mengoperasikan alat digital dengan baik.

- Kebijakan publik perlu mendukung transformasi digital UMKM melalui penguatan infrastruktur digital, insentif teknologi, dan program kemitraan yang menyasar sektor UMKM.

- Fokus pada inovasi produk dan diferensiasi layanan tetap penting agar UMKM tidak hanya bersaing di pasar lokal, tetapi juga siap menghadapi tantangan persaingan global.

Digitalisasi memang bukan satu-satu-nya solusi, namun dalam kondisi persaingan global yang semakin terbuka, bagi UMKM yang ingin bertahan dan berkembang, maka digitalisasi merupakan salah satu strategi utama. Dengan adopsi teknologi yang tepat, UMKM mampu memperluas pasar, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat posisi mereka dalam kancah global. Namun demikian, perlu diingat bahwa proses ini memerlukan persiapan matang, kapasitas internal yang cukup, serta dukungan ekosistem yang memadai. (Athirah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....