Kalla Institute Bagikan Strategi Jaga Performa Tim UMKM
- 08 Jul 2026 07:28 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, MAKASSAR – Mempertahankan performa tim di tengah tuntutan target perusahaan yang kian tinggi menjadi tantangan tersendiri bagi para pelaku usaha, tak terkecuali sektor UMKM. Topik hangat inilah yang dikupas tuntas dalam program Obrolan Teras UMKM di Studio Pro 4 RRI Makassar, Selasa 7 Juli 2026 yang disiarkan secara luas melalui Frekuensi FM 92,5 MHz dan ditayangkan secara live melalui kanal YouTube Pro 4 RRI Makassar.
Hadir sebagai narasumber utama, Sales Operation Assistant Manager Pusat Pengembangan Bisnis & Manajemen Kalla Institute, A. Prihadihitya Ramadhan. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa menghadapi target tinggi di tengah situasi ekonomi yang dinamis dan bergejolak saat ini bukanlah pilihan, melainkan sebuah keharusan untuk bertahan. Namun, bertahan saja tidak cukup tanpa dibarengi dengan rincian strategi yang matang.
Prihadihitya menganalisis fenomena ini dengan memberikan analogi menarik dari dunia olahraga, khususnya sepak bola yang saat ini tengah ramai dengan euforia piala dunia. Menurutnya, sebuah tim di atas kertas mungkin memiliki keterbatasan statistik, baik dari segi kemampuan maupun kekuatan. Kendati demikian, hasil akhir di lapangan seringkali ditentukan oleh ketepatan strategi yang diterapkan oleh pelatih, bukan sekadar nama besar tim.
"Sama seperti di bisnis, dengan kondisi ekonomi yang saat ini sedang bergejolak di mana-mana, selain bertahan, teman-teman mungkin bisa mengkonstruksi atau merincikan seperti apa yang harus dilakukan supaya performanya tetap bisa terjaga bahkan bisa lebih tinggi. Kita lihat permainan di piala dunia, apakah dia tim kuat atau ranking FIFA-nya di mana, itu tidak bisa menjustifikasi bahwa dia akan kalah pada akhirnya. Semua tergantung dari strategi yang dijalankan," ujar Prihadihitya.
Memasuki sesi pembahasan mengenai dinamika internal tim, diskusi mulai menyoroti kejenuhan yang kerap melanda tim sales di lapangan. Tekanan target yang masif sering kali memicu red flags atau tanda-tanda awal hilangnya kepercayaan tim terhadap pimpinan. Prihadihitya menilai, salah satu pemicu utama keretakan ini adalah minimnya komunikasi yang mendalam dan informal antara pimpinan dan anggota tim.
Secara jenaka namun filosofis, ia mengistilahkan solusi dari masalah komunikasi ini dengan istilah "kurang ngopi". Istilah "ngopi" di sini merujuk pada ruang obrolan santai dan terbuka antara pemilik bisnis (owner) atau pimpinan dengan para personil sales yang sehari-harinya berhadapan langsung dengan calon konsumen di lapangan.
Prihadihitya yang juga mendalami bidang Human Resources (HR) dan Capital membagikan prinsip dasar yang dipegangnya selama mengelola penjualan. Baginya, esensi utama dari aktivitas sales bukanlah sekadar menjual barang atau menyebarkan brosur secara monoton, melainkan menjadi pemecah masalah (problem solver) bagi kebutuhan konsumen. Pimpinan harus memahami beban mental dari karakter sales yang dinamis agar mereka tidak cepat merasa jenuh.
"Buat para bisnis owner yang menghadapi (kejenuhan tim) seperti itu, buatkan jadwal rutin ngopi. Tanya ke dia seperti apa, mungkin ada ide baru yang dia lihat di lapangan yang bisa diterapkan. Karena prinsip saya, sales itu kata kuncinya adalah bagaimana kita menyelesaikan masalah orang, bukan sekadar kita menjual produk. Karakter sales itu kan biasa tumpah keringat di tempat baru, kalau cuma ditekan dengan angka-angka standar, mereka bisa jenuh," jelasnya.
Di akhir perbincangan, ia membagikan tips praktis yang selalu diterapkannya ketika bertemu dengan klien, mulai dari pelaku UMKM hingga manajer HR perusahaan besar. Langkah awal yang paling krusial adalah membangun empati dengan cara menanyakan kabar dan memahami kondisi nyata yang sedang dihadapi oleh calon pelanggan terlebih dahulu. Setelah tantangan pelanggan terpetakan, barulah produk atau layanan ditawarkan sebagai solusi yang tepat, bukan secara agresif sejak awal pertemuan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....