Bank Indonesia Perluas Layanan Rupiah ke Pulau Kapoposang
- 06 Okt 2026 11:16 WIB
- Makassar
RRI. CO. ID, PANGKEP - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) menghadirkan layanan Rupiah hingga wilayah kepulauan melalui program EWAKO KAPOPOSANG belum lama ini. Program bertajuk Edukasi, Wujudkan Bakti Sosial di Kepulauan dan Optimalkan Rupiah di Pulau Kapoposang tersebut berlangsung di Desa Mattiro Ujung, Kecamatan Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkep.
Melalui program ini, masyarakat Pulau Kapoposang mendapatkan akses layanan penukaran uang Rupiah yang sudah tidak layak edar. Warga tidak perlu lagi menempuh perjalanan ke wilayah lain untuk memperoleh layanan tersebut.
Selain layanan kas, Bank Indonesia juga memberikan edukasi mengenai keaslian Rupiah, cara merawat uang, serta penggunaan QRIS sebagai salah satu pilihan transaksi digital. Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau, Deputi Kepala Divisi KPwBI Sulsel A. Yazid Niam, Kapolres Pangkep AKBP Aditya Pradana, unsur Forkopimda Pangkep, Camat Liukang Tupabbiring Abdul Rahman, Kepala Desa Mattiro Ujung Hasanuddin, serta tokoh masyarakat setempat.
EWAKO KAPOPOSANG memadukan tiga kegiatan utama, yakni layanan kas keliling, edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah serta QRIS, dan bakti sosial bagi masyarakat di wilayah kepulauan. Dalam edukasi CBP Rupiah, sebanyak 150 warga serta 93 siswa SDN 12 Kapoposang dan SMP 13 Satap Pandangan mendapatkan pemahaman mengenai ciri keaslian Rupiah, cara memperlakukan uang dengan baik, hingga ketentuan penggantian uang yang rusak.
Dua Duta Muda CBP Rupiah Sulawesi Selatan juga mengenalkan metode 5J dalam merawat uang, yakni jangan dilipat, jangan dicoret, jangan diremas, jangan dibasahi, dan jangan distaples. Sementara itu, edukasi kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Pangkep dan masyarakat juga diikuti 130 peserta. Warga diperkenalkan dengan QRIS serta diajak menggunakan Rupiah secara bijak, berbelanja produk dalam negeri, menabung, dan berinvestasi.
Antusiasme peserta terlihat dari kesediaan mereka menjadi agen CBP Rupiah dengan meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga dan kerabat. Selain edukasi, Bank Indonesia bersama Pemkab Pangkep juga menggelar bakti sosial. Kegiatan tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat gratis kepada 79 warga serta pembagian 150 paket sembako.
Paket bantuan tersebut turut berisi susu sebagai dukungan pemenuhan nutrisi masyarakat, khususnya dalam upaya mencegah stunting dan mendukung tumbuh kembang anak. Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau mengapresiasi inisiatif KPwBI Sulsel yang menghadirkan layanan dan kegiatan sosial bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
Menurutnya, kegiatan tersebut dapat membantu mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera sekaligus mendorong instansi lain untuk turut memberikan perhatian kepada masyarakat di pulau-pulau Kabupaten Pangkep. Sementara itu, Deputi Kepala Divisi KPwBI Sulsel A. Yazid Niam menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pangkep atas sinergi yang terjalin sehingga program EWAKO KAPOPOSANG dapat terlaksana.
“Ke depan, KPwBI Sulsel akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk memperluas jangkauan edukasi CBP Rupiah dan layanan kas secara bertahap ke berbagai wilayah 3T di Sulawesi Selatan,” ujar A. Yazid Niam dalam keterangan persnya senin (5/10/2026).
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Bank Indonesia untuk memastikan masyarakat di wilayah kepulauan tetap memperoleh akses terhadap Rupiah yang layak, memahami cara menjaga Rupiah, serta mengenal pilihan transaksi digital yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....