OJK Sulselbar Perkuat Inklusi Keuangan Pelajar lewat Sekolah Rakyat
- 28 Agt 2026 19:05 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat memperkuat inklusi keuangan pelajar melalui kolaborasi bersama industri jasa keuangan dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 (SRT 3) Sulawesi Selatan, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Kamis, 27 Agustus 2026.
Sebanyak 570 siswa dari tiga Sekolah Rakyat di Kota Makassar mengikuti kegiatan tersebut. Para siswa mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan keuangan, pentingnya menabung, pengenalan produk keuangan serta keamanan menyimpan dana di lembaga keuangan resmi.
Kepala OJK Sulselbar Moch. Muchlasin mengatakan kolaborasi antarlembaga diperlukan untuk memberikan pemahaman keuangan yang lebih komprehensif kepada generasi muda. “Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada pelajar bahwa menabung bukan sekadar menyimpan uang, tetapi juga bagian dari proses membangun disiplin dan merencanakan masa depan,” ujar Muchlasin.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026, indeks literasi keuangan kelompok usia 15–17 tahun baru mencapai 56,04 persen. Sementara indeks inklusi keuangan pelajar dan mahasiswa telah mencapai 89,13 persen. Kondisi tersebut menunjukkan masih terdapat kesenjangan antara akses terhadap produk keuangan dan pemahaman masyarakat terhadap produk serta layanan yang digunakan. Karena itu, edukasi keuangan dinilai perlu berjalan seiring dengan perluasan akses.
Dalam kegiatan ini, Bank Sulselbar membuka Rekening Simpanan Pelajar (SimPel) iB bagi seluruh pelajar yang hadir. Fasilitas tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk mempraktikkan kebiasaan menabung sekaligus mengenal layanan perbankan yang aman dan legal. “Sinergi OJK, LPS dan Bank Sulselbar diharapkan dapat terus diperkuat untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan, khususnya bagi generasi muda,” kata Muchlasin.
Selain pengenalan produk tabungan, LPS memberikan edukasi mengenai keamanan dan penjaminan simpanan di bank. OJK juga membekali siswa dengan pemahaman tentang pentingnya mengelola keuangan sejak dini agar mampu merencanakan masa depan.
Melalui momentum HIM dan BLK 2026, Muchlasin berharap sinergi tersebut dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga mampu menggunakan produk keuangan secara bijak, aman dan bertanggung jawab.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....